Pada 6 November 2025, Topan super “Kalmaegi” melanda Filipina dan menyebabkan kehancuran besar, dengan jumlah korban tewas meningkat menjadi 188 orang dan 135 orang masih hilang. Sementara itu, topan lain, “Phoenix” , kini berada di perairan timur Filipina dan diperkirakan akan menguat menjadi topan kuat pada akhir pekan. Karena itu, Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengumumkan bahwa seluruh negeri kini berada dalam status bencana nasional.
EtIndonesia. Laporan Philippine Daily Inquirer menyebutkan, dari 188 korban tewas yang telah dikonfirmasi akibat ,topan super Kalmaegi 139 orang berasal dari Provinsi Cebu, 24 dari Negros Barat dan 9 dari Negros Timur. Data korban luka dan hilang masih dalam proses verifikasi dan kemungkinan akan terus berubah.
Bencana ini juga mempengaruhi lebih dari 635.565 keluarga (sekitar 2.258.782 orang) di berbagai wilayah Filipina. Selain itu, 9.321 rumah tercatat mengalami kerusakan, dengan 264 di antaranya hancur total.
Presiden Marcos Jr. memimpin rapat penanggulangan bencana di Camp Aguinaldo, Kota Quezon dan menyatakan bahwa karena Topan Kalmaegi telah menyebabkan kerusakan besar di banyak wilayah serta Topan Phoenix diperkirakan akan segera melanda, maka ia mengumumkan status bencana nasional.
Ia mengatakan: “Banyak wilayah telah terdampak—hampir sepuluh daerah—dan Phoenix kemungkinan akan mempengaruhi sepuluh hingga dua belas daerah lagi. Jika cakupannya sebesar ini, maka itu sudah merupakan bencana nasional.”
Dengan penetapan status bencana nasional, pemerintah dapat mempercepat penyaluran dana darurat, mencegah penimbunan pangan, serta mengontrol lonjakan harga barang. Marcos menambahkan bahwa pemerintah akan terus membantu wilayah-wilayah terdampak Kalmaegi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Phoenix.
Ia menegaskan: “Kami tidak akan meninggalkan Cebu sampai semua persiapan selesai. Kami akan berupaya maksimal dalam pencegahan, karena dengan kesiapan yang matang, dampak topan bisa dikurangi secara signifikan.”
Pada 7 November pagi, Topan Kalmaegi mendarat di Provinsi Gia Lai, Vietnam, dengan kecepatan angin maksimum 149 km/jam. Pemerintah Vietnam tengah melakukan penilaian kerusakan.
Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam melaporkan bahwa lima orang meninggal dunia di Provinsi Gia Lai dan Dak Lak. Sebanyak 57 rumah ambruk, hampir 3.000 rumah rusak atau atapnya terhempas angin, dan 11 kapal tenggelam. Sekitar 1,6 juta pelanggan listrik terdampak pemadaman, dan sepertiga di antaranya telah dipulihkan hingga pagi ini.
Badan Meteorologi Nasional Vietnam menyatakan bahwa Kalmaegi kini telah bergerak jauh ke daratan dan kekuatannya melemah, namun hujan deras masih akan terjadi di sebagian besar wilayah pesisir tengah.
Sementara itu, Topan Phoenix masih berada di perairan timur Filipina, berjarak cukup jauh dari Taiwan, dan diperkirakan pada sore 7 November akan menguat menjadi topan sedang, dengan kemungkinan menjadi topan kuat pada akhir pekan. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


