Langka! Ilmuwan Jerman Berhasil Memotret Tikus Memangsa Kelelawar yang Sedang Terbang

EtIndonesia. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan di Jerman berhasil memotret seekor tikus sedang memangsa kelelawar yang terbang, sebagaimana dilaporkan dalam jurnal ilmiah Global Ecology and Conservation.

Ini merupakan pengamatan pertama di dunia yang mencatat perilaku tikus memangsa kelelawar di udara, dan penemuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penularan patogen antara dua jenis hewan liar utama tersebut.

“Sejauh yang kami ketahui, perilaku seperti ini belum pernah didokumentasikan secara ilmiah sebelumnya,” kata Florian Gloza-Rausch, ahli biologi dari Museum Sejarah Alam Berlin sekaligus penulis utama laporan tersebut.

Tim peneliti memasang kamera pengintai malam (night vision) di dua lokasi tempat kelelawar bersarang di Jerman utara — satu di gua dekat kota Bad Segeberg, dan satu lagi di taman di Lüneburg.

Di lokasi Bad Segeberg, kamera berhasil merekam tikus cokelat (Rattus norvegicus) berburu kelelawar yang keluar-masuk gua.

Dalam total 30 kali rekaman, 13 di antaranya menunjukkan tikus berhasil menangkap mangsa. Dalam salah satu video, seekor tikus tampak menunggu dengan waspada sambil memperhatikan kelelawar yang beterbangan. Begitu salah satu kelelawar terbang cukup dekat, tikus itu meloncat, menggigit, dan membawa mangsanya pergi.

Sementara di lokasi Lüneburg, kamera tidak merekam peristiwa tikus memangsa kelelawar secara langsung, namun para peneliti menemukan puluhan bangkai kelelawar di sekitar area tersebut, beberapa di antaranya belum habis dimakan, menunjukkan bahwa tikus juga berburu di lokasi itu.

Laporan ini hanya berfokus pada perilaku tikus, dan tidak secara langsung membahas penularan penyakit. Namun para peneliti menekankan bahwa tikus dan kelelawar sama-sama merupakan pembawa berbagai patogen, dan interaksi semacam ini bisa menyebabkan penyebaran patogen dari kelelawar ke hewan pengerat, sehingga mengubah dinamika penyakit dan meningkatkan risiko penularan ke manusia maupun hewan ternak.

Selain itu, karena tikus yang ditemukan bukan spesies asli Jerman, keberadaan mereka dapat menjadi ancaman bagi populasi kelelawar lokal. (Hui)

Laporan oleh Jin Jing, diterjemahkan oleh Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine