EtIndonesia. Pada 8 November 2025 malam, dalam babak semifinal loncat indah papan 3 meter putra di ajang Pekan Olahraga Nasional Tiongkok , seorang atlet melakukan kesalahan serius dan hampir menabrak dinding kolam renang. Insiden tersebut membuat seluruh penonton terkejut, sementara seorang pelatih yang berdiri di tepi kolam sampai berkeringat dingin karena kaget.
Atlet Tianjin Hampir Menabrak Dinding Kolam
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa atlet asal Tianjin, Su Jiajie, melakukan lompatan keempatnya (kode gerakan 307C, tingkat kesulitan 3,5). Namun, ia melakukan kesalahan saat berputar di atas papan loncat.
Saat tubuhnya berputar di udara, ia kehilangan keseimbangan dan terlempar ke arah depan kiri, lalu jatuh ke air secara miring — hanya beberapa sentimeter dari tepi kolam. Suara teriakan kaget pun terdengar dari seluruh penonton.
11月8日晚,中國全運會,一名選手失誤,差點摔出泳池。 pic.twitter.com/HWdJshdoaD
— ying tang (@yingtan04410735) November 9, 2025
Pelatih kepala tim Shandong yang berdiri di dekatnya langsung bereaksi spontan dan berlari ke arah kolam, seolah hendak menolong. Beruntung, Su Jiajie jatuh sangat dekat dengan tepi kolam tanpa menabraknya. Jika sampai mengenai dinding, akibatnya bisa sangat fatal.
Lompatan ini hanya memberinya nilai 7 poin. Dengan wajah murung, ia naik ke darat, berdiri diam di bawah pancuran air, mencoba menenangkan diri.
Video menegangkan ini menyebar luas di internet, dan banyak warganet berkomentar:
“Serem banget!”
“Desain kolamnya nggak aman ya? Kenapa jarak antara papan dan dinding kolam sedekat itu?”
Ada juga yang memuji: “Pelatih dari Shandong itu benar-benar orang baik — refleksnya langsung ingin menolong.”
11月3日,一名跳水運動員失誤,拿到0分。 pic.twitter.com/M2pncn7jxO
— ying tang (@yingtan04410735) November 9, 2025
Beberapa netizen bercanda, “Sekarang nggak usah nyindir atlet Filipina yang katanya ‘loncat kayak mau nangkap ikan’ lagi — yang ini malah hampir naik ke darat!”
Dua Kali Skor Nol di Lomba Loncat Indah
Ajang Pekan Olahraga Nasional ini mempertemukan para atlet loncat indah terbaik dari seluruh Tiongkok, dengan tingkat persaingan yang sangat ketat — tak kalah dari turnamen internasional. Memang tak bisa dipungkiri bahwa secara umum, level teknik loncat indah Tiongkok masih lebih unggul dibanding banyak negara lain.
11月7日,全運會跳水比賽,再度出現0分。 pic.twitter.com/GjI4LhqRN3
— ying tang (@yingtan04410735) November 9, 2025
Namun, dalam kompetisi tahun ini juga terjadi beberapa kesalahan fatal.
Pada 3 November, dalam lomba beregu papan 3 meter putra, pasangan dari provinsi Shanxi, Zhao Dong dan Chen Jingwei, gagal dalam lompatan kedua mereka (kode 107B – melompat ke depan dengan tiga setengah putaran dan posisi tubuh menekuk, tingkat kesulitan 3,1). Zhao Dong salah langkah di papan loncat dan jatuh tegak lurus ke air tanpa menyelesaikan gerakan, sehingga memperoleh nilai 0.
Pada 7 November, dalam lomba loncat indah sinkronisasi papan 3 meter putri, atlet tim Hubei Deng Tiantian dan Liang Ziqi juga melakukan kesalahan besar — Deng tiba-tiba berhenti di papan dan tidak melompat, sementara Liang sudah lebih dulu melompat ke air. Akibatnya, keduanya juga hanya mendapat nilai 0.
Dalam waktu hanya empat hari, ajang ini sudah menampilkan dua kejadian dengan skor nol, yang memicu banyak perbincangan. Banyak netizen berspekulasi bahwa para atlet yang gagal ini kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kesempatan bertanding lagi di masa depan.
Salah satu komentar berbunyi: “Kalau cabangnya tidak populer mungkin mereka masih punya kesempatan, tapi di loncat indah, atlet Tiongkok terlalu banyak. Dapat 0 poin itu sama saja dengan akhir karier. Masih ingat Wang Kenan di Olimpiade Athena? Setelah dapat 0 poin, dia langsung hilang dari dunia loncat indah. Dunia olahraga kompetitif memang kejam.” (Hui)
Laporan oleh Luo Tingting /Zhu Xinrui


