EtIndonesia. Kerusuhan pecah di penjara Machala, Provinsi El Oro, Ekuador, pada 10 November 2025 pagi, menewaskan 4 orang dan melukai puluhan lainnya. Tak lama kemudian, sedikitnya 27 narapidana ditemukan tewas akibat sesak napas dan “gantung diri di tempat”.
Pihak berwenang belum menjelaskan secara rinci penyebab pasti kematian para tahanan tersebut, namun tim forensik telah dikerahkan untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan.
Kerusuhan pertama terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat, ketika warga di sekitar penjara mendengar tembakan, ledakan, dan teriakan minta tolong dari dalam kompleks penjara.
Menurut pernyataan Badan Pengelola Penjara Nasional Ekuador (SNAI), kekerasan yang terjadi pada pagi hari itu menyebabkan empat orang tewas, serta 33 narapidana dan satu petugas polisi terluka.
Pasukan elit kepolisian segera dikerahkan ke lokasi dan berhasil menguasai kembali penjara setelah kerusuhan mereda.
Namun, pernyataan resmi belum mengungkapkan identitas para korban dan tidak mengkonfirmasi apakah kekerasan ini kembali dipicu oleh bentrokan antar geng kriminal.
Penjara-penjara di Ekuador selama ini dikenal sebagai sarang kelompok kartel narkoba saingan. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 500 narapidana tewas akibat pertempuran antar geng yang memperebutkan pasar narkoba ilegal yang sangat menguntungkan.
Banyak pihak menduga bahwa kerusuhan kali ini berkaitan dengan rencana pemerintah untuk memindahkan sebagian narapidana ke penjara baru berkeamanan maksimum, yang dibangun di provinsi lain oleh pemerintahan Presiden Daniel Noboa dan dijadwalkan mulai beroperasi bulan ini. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


