Bagaimana Melakukan Pembaruan Diri


EtIndonesia. Pakaian yang robek harus diganti yang baru.  Rumah yang usang harus direnovasi.  Lingkungan baru, rekan baru, dan tim baru akan membawa perkembangan baru.

Dalam Empat Kitab dan Lima Klasik, bagian Daxue (Ajaran Besar) tertulis:  “Jika hari ini bisa menjadi baru, maka biarlah esok pun baru, dan lusa pun terus baru.”

 Artinya, manusia harus terus memperbarui dirinya agar bisa berkembang.

Jika kita terus terikat pada masa lalu dan enggan berubah, kita hanya akan menjadi orang yang kolot, kaku, dan tidak berkembang. Manusia harus berani “keluar dari cangkang lama”, meninggalkan masa lalu yang menahan langkah, dan belajar memperbarui diri.

Lalu, bagaimana cara melakukan pembaruan diri?

1. Introspeksi Diri

Zengzi pernah berkata: “Setiap hari aku memeriksa diriku tiga kali.”

Manusia harus mau bercermin pada diri sendiri supaya bisa bertumbuh dan berubah.

Tanyakan diri kita setiap hari:
— Apakah aku sudah berbakti kepada orang tua?
— Apakah aku membantu sahabatku?
— Apakah aku berkontribusi kepada masyarakat?
— Apakah ada tindakan atau ucapan yang salah hari ini?

Siapa pun yang mampu melakukan introspeksi, pasti akan mengalami kemajuan.

2. Berani Mengakui Kesalahan

Mengakui kesalahan adalah sebuah kebajikan—dan sebuah keberanian. 

Ungkapan kuno mengatakan: “Mengetahui kesalahan dan memperbaikinya adalah kebaikan yang tiada bandingnya.”

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Namun yang penting adalah:
ketika salah, sadari; setelah sadar, perbaiki.

Pengalaman dan kebijaksanaan seseorang terbentuk dari kegagalan dan kesalahan yang dia perbaiki berulang kali. Orang yang tidak pernah berbuat salah bukanlah orang hebat—yang hebat adalah orang yang mau memperbaiki diri.

3. Bertobat dan Membersihkan Diri

Syair pertobatan berkata: “Segala kejahatan masa lalu, lahir dari keserakahan, kemarahan, dan kebodohan tanpa awal; muncul dari tubuh, ucapan, dan pikiran—semua itu kini kutobati.”

Pembaruan diri membutuhkan proses pertobatan. Dalam keseharian, berapa banyak ucapan kita yang melukai orang lain? Berapa banyak pikiran kita yang dipenuhi iri, marah, serakah, dan kebodohan?

Kebiasaan buruk itu seperti pakaian kotor. Bila tidak sering dibersihkan, ia akan menghitamkan hati.  Tanpa pertobatan, bagaimana kita bisa menjadi bersih?

4. Berbuat Baik

Untuk memperbarui diri, seseorang harus:
— Menghentikan kebiasaan buruk yang pernah dilakukan,
— Melakukan kebaikan yang belum pernah dilakukan,
— Dan memperkuat kebaikan yang sudah dilakukan.

Jika satu orang berbuat baik, sepuluh orang akan merasakan manfaatnya. Jika seluruh rakyat sebuah negara berbuat baik, dunia akan dipenuhi keindahan.

Mengucapkan satu kata baik adalah berbuat baik.  Melakukan satu tindakan baik juga adalah berbuat baik.

Jika masyarakat ingin memperbaiki suasana moral, tiada jalan lain selain memperbanyak kebajikan.

Kesimpulan: Pembaruan Diri Membangun Dunia yang Lebih Indah

Setiap orang yang ingin memperbarui diri harus: introspeksi, mengakui kesalahan, bertobat, dan aktif berbuat baik.

Dengan setiap orang melakukan kebaikan, suasana masyarakat akan membaik, dan hati manusia akan menjadi lebih bersih.

Pembaruan diri bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga demi memperindah dunia. Mari berharap seluruh masyarakat dapat bergerak bersama, saling menguatkan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine