EtIndonesia. Penutupan pemerintahan federal Amerika Serikat telah menyebabkan gangguan serius pada sistem penerbangan negara itu. Pada Senin (10 November), Presiden Donald Trump meminta para petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controller) segera kembali bekerja.
Trump menulis di platform media sosial Truth Social: “Semua pengatur lalu lintas udara harus segera kembali bekerja!!! Siapa pun yang menolak akan menghadapi pemotongan gaji besar-besaran.”
Dalam unggahannya, Trump juga memuji para pegawai yang tetap bekerja tanpa cuti selama 41 hari penutupan pemerintahan, serta mengusulkan agar mereka diberi bonus USD 10.000 “sebagai penghargaan atas kontribusi luar biasa mereka bagi negara.”
Kekurangan tenaga pengatur lalu lintas udara — yang, seperti pegawai federal lainnya, sudah berminggu-minggu tidak menerima gaji — menyebabkan gangguan parah di sektor penerbangan.
Kepala Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Bryan Bedford, pekan lalu menyatakan bahwa sejak penutupan dimulai, 30 bandara besar di seluruh AS mengalami tingkat ketidakhadiran petugas antara 20% hingga 40% setiap hari.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy pada 9 November memperingatkan bahwa kekurangan tenaga semakin memburuk selama akhir pekan, dengan 8 November mencatat rekor ketidakhadiran tertinggi sejak penutupan dimulai. Ia memperkirakan jumlah perjalanan warga Amerika menjelang Hari Thanksgiving akan “menurun drastis,” sehingga banyak orang mungkin tidak dapat berkumpul dengan keluarga.
Duffy juga menambahkan bahwa bahkan setelah pemerintahan kembali beroperasi, para petugas pengatur lalu lintas udara memerlukan waktu untuk kembali bekerja penuh.
Akibat kekurangan tenaga, untuk menjaga keselamatan penerbangan, FAA terpaksa mengurangi jumlah penerbangan, menyebabkan ribuan penerbangan domestik di seluruh Amerika tertunda atau dibatalkan.
Menurut situs pelacak penerbangan FlightAware, hingga pukul 10:45 pagi waktu bagian timur AS pada Senin (10/11), lebih dari 1.660 penerbangan domestik telah dibatalkan, dan 3.300 penerbangan domestik serta internasional mengalami keterlambatan.
Pekan lalu, FAA memerintahkan maskapai untuk mengurangi jadwal penerbangan di 40 bandara utama. Pada Jumat (14 November) mendatang, pengurangan akan mencapai 10%. Pemerintahan Trump memperingatkan, jika penutupan terus berlanjut, angka itu bisa naik hingga 20%.
Maskapai penerbangan dan para penumpang kini paling menantikan jawaban atas satu pertanyaan penting: Kapan FAA akan mencabut perintah pengurangan penerbangan ini?
Menteri Transportasi AS juga mengatakan, pihaknya ingin terlebih dahulu melihat sejauh mana petugas pengatur lalu lintas udara kembali bekerja dan apakah data keselamatan penerbangan menunjukkan perbaikan. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


