“Berapa Banyak Istri?” Tanya Trump kepada Presiden Suriah Al-Sharaa di Gedung Putih

EtIndonesia. Dalam sebuah langkah diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menjamu Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih pada hari Senin, sebuah pertemuan yang dulunya tampak tak terbayangkan.

Al-Sharaa, mantan komandan Al-Qaeda yang pernah dicap teroris oleh Washington dan diberi hadiah 10 juta dolar oleh AS, berdiri di samping Trump dalam kunjungan resmi pertama seorang pemimpin Suriah ke Gedung Putih sejak Suriah merdeka dari Prancis pada tahun 1946.

Kunjungan ini dilakukan di saat AS memperpanjang masa penangguhan sanksi terhadap Suriah selama 180 hari.

Sebuah video dari pertemuan tersebut, yang kini beredar luas di dunia maya, merekam percakapan ringan antara kedua pemimpin tersebut. Trump terlihat memberikan sebotol parfum kepada Al-Sharaa, menyemprotkannya ke tubuhnya, dan berkata: “Ini wewangian terbaik… Dan yang satunya lagi untuk istrimu.” Dengan nada bercanda, Trump kemudian bertanya: “Berapa banyak istri?”

Ketika Al-Sharaa menjawab: “satu,” tawa pun menyusul. Trump membalas: “Kita tak pernah tahu!”

Dalam kunjungan tersebut, Al-Sharaa mengatakan dia telah memberikan Trump hadiah simbolis, replika artefak kuno Suriah, termasuk apa yang dia gambarkan sebagai “alfabet pertama dalam sejarah, perangko pertama dalam sejarah, not musik pertama, dan tarif bea cukai pertama.”

Mengakui sejarah Al-Sharaa yang bergejolak, Trump berkomentar: “Kita semua punya masa lalu yang kelam, tapi dia juga punya masa lalu yang kelam. Dan saya pikir, sejujurnya, jika Anda tidak punya masa lalu yang kelam, Anda tak akan punya kesempatan.”

Al-Sharaa, 43, merebut kekuasaan tahun lalu setelah pasukan Islamisnya dengan cepat menggulingkan mantan presiden Bashar al-Assad dalam serangan kilat yang berpuncak pada 8 Desember.

Dia datang ke pertemuan itu dengan prioritasnya sendiri. Dia menginginkan pencabutan permanen sanksi yang menghukum Suriah atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas oleh pemerintah dan pasukan keamanan Assad. Meskipun sanksi Undang-Undang Caesar saat ini diabaikan oleh Trump, pencabutan permanen akan mengharuskan Kongres untuk bertindak.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine