Jangan Anggap Bantuan sebagai Sesuatu yang “Sudah Sepantasnya”: Tidak Ada yang Didapat Tanpa Usaha, Setiap Bantuan Hadir karena Hubungan yang Terbangun

EtIndonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kedekatan sering menimbulkan sikap meremehkan. Justru karena itu, kita perlu terus mengingatkan diri sendiri bahwa dalam memperlakukan keluarga, sahabat, atau pasangan, batasan relasi tetap harus dijaga dengan baik.

Ambil contoh soal “membantu dengan semampunya”. Di banyak hubungan dekat—entah dalam keluarga atau relasi romantis—“sekedar membantu” lama-kelamaan berubah menjadi sesuatu yang dianggap wajar.

Padahal, tidak ada di dunia ini yang betul-betul “tanpa usaha”. Setiap bantuan kecil pun terjadi berkat hubungan yang telah kalian bangun. Kalau bukan karena hubungan itu, orang tidak akan bersusah payah melakukan hal itu untukmu. Menganggap bantuan sebagai sesuatu yang wajib diberikan—bahkan bersikap buruk pada orang yang membantu—akan membuat mereka semakin enggan membantu lagi. Lambat laun, hubungan pun rusak.

Tentu saja, ini bukan berarti kita harus mengucapkan terima kasih secara formal seperti kepada orang asing. Namun sikap saling membantu dan sopan santun yang sewajarnya tetap perlu ditunjukkan pada waktu yang tepat.

Barulah dengan begitu, hubungan tidak mudah retak, dan kedekatan bisa terus terjaga.

Hubungan Itu Dinamis: Saling Memberi agar Tidak Timpang

Dalam psikologi, ada konsep yang disebut “reciprocity” atau prinsip timbal balik. Konsep ini menggambarkan kenyataan bahwa keseimbangan dalam hubungan selalu bergerak dan berubah—kedua pihak perlu saling memberi agar hubungan tidak menjadi timpang.

Banyak hubungan bermasalah muncul karena prinsip timbal balik ini tidak dikelola dengan baik. Misalnya dalam hubungan romansa, ketika satu pihak selalu memberi lebih banyak dari pihak lain, rasa lelah dan kehilangan diri sendiri mudah sekali muncul. Lama-kelamaan, orang yang terlalu banyak memberi bisa mencapai titik di mana ia tidak mau lagi berkorban.

Untuk mencegah hal ini, dalam setiap hubungan yang ingin kita jaga dalam jangka panjang, kita perlu sesekali memeriksa:
— Apakah hubungan ini seimbang?
— Apakah hanya dia yang terus berbuat banyak untukku?
— Bagaimana aku membalas pemberian dan perhatian darinya?

Jika perlu, cobalah membuka diri dan mengajak pasangan atau orang terdekat berbicara dengan jujur:
“Apakah kamu merasa terlalu banyak berkorban di hubungan ini sampai merasa lelah?”
“Apa ada hal yang perlu aku perbaiki? Bilang saja, tidak apa-apa.”

Kalau Merasa Terlalu Banyak Memberi, Bicarakanlah

Ingatlah, membuka diri berarti benar-benar membuka diri. Apa pun keluhan atau unek-unek yang keluar dari mulutnya adalah emosi yang valid. Itu bukan berarti kamu salah—hanya saja hubungan kalian butuh komunikasi agar keseimbangannya bisa kembali.

Sebaliknya, jika kamu adalah pihak yang selalu memberi lebih banyak, ada dua saran yang bisa dicoba:

1. Ajak orang itu melakukan sesuatu untukmu juga.

Contohnya:

  • Di kantor, jika kali ini kamu yang memesan minuman untuk semua orang, lain kali kamu bisa meminta rekan kerja yang membeli makan siang untuk sekalian membelikanmu satu porsi.
  • Dalam pertemanan, jika kamu yang pergi lebih dulu ke bioskop untuk membeli tiket, kamu bisa meminta temanmu membawakan minuman untukmu di perjalanan.

Ini cara sederhana menjaga prinsip timbal balik.

2. Jika hubungan cukup dekat, carilah waktu untuk membicarakan keseimbangan relasi.

Ungkapkan dengan tenang bahwa kamu ingin hubungan yang lebih seimbang. Namun, jika orang tersebut tetap mengabaikanmu dan tidak mau mendengar, mungkin kamu perlu mempertimbangkan kembali apakah hubungan ini benar-benar layak dilanjutkan. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine