Jakarta, 25 Maret 2024 – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akan melakukan pemeriksaan mendadak dan menyeluruh terhadap seluruh produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan seluruh merek, dari yang besar hingga kecil, mematuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menerapkan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.
Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menegaskan komitmennya untuk bersikap adil dan objektif. “Inspeksi ini tidak akan terfokus pada satu merek saja. Tujuan kami adalah mendorong seluruh industri agar memenuhi standar nasional, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan memastikan tidak ada dampak sosial negatif bagi masyarakat di sekitar lokasi pabrik,” jelas Mufti di Jakarta, Kamis (20/3).
Aqua Dianggap Sebagai Contoh Praktik Baik
Sebelum melancarkan operasi nasional, BPKN terlebih dahulu melakukan kunjungan investigasi ke pabrik Aqua di Sukabumi, Jawa Barat. Hasilnya, Aqua dinyatakan telah memenuhi seluruh parameter SNI untuk kualitas dan keamanan air.
Mufti juga meluruskan persepsi publik tentang sumber air yang digunakan Aqua. “Pengambilan air dengan teknik bor di lokasi mereka bukan mengambil air tanah biasa, melainkan mengakses air dari sistem akuifer alami di pegunungan. Sumber ini terlindungi dan memenuhi kriteria sebagai air mineral alami,” paparnya. Ia menambahkan, Aqua juga menunjukkan komitmen konservasi melalui pengelolaan air limbah, penanaman pohon di daerah resapan, dan melibatkan masyarakat dalam program keberlanjutan.
Sasaran: 7.700 Merek AMDK di Seluruh Indonesia
Mufti mengungkapkan skala besar dari rencana pemeriksaan ini. “Kami akan memperluas inspeksi ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tidak adil jika hanya satu merek yang diawasi. Di Indonesia, ada sekitar 7.700 merek AMDK yang beredar, dan kami akan melakukan sampling yang representatif terhadap mereka,” tegasnya.
Untuk memastikan objektivitas, BPKN berencana berkoordinasi dengan asosiasi industri AMDK dan melibatkan lembaga riset independen untuk melakukan uji pembanding kualitas air dari berbagai merek. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk AMDK nasional.
Dorong Industri agar Lebih dari Sekadar Lulus Uji Lab
Mufti menekankan bahwa kepatuhan terhadap SNI hanyalah standar minimum. Ia mendorong seluruh pelaku industri untuk mencontoh praktik berkelanjutan yang diterapkan oleh beberapa perusahaan seperti Aqua.
“Kami ingin semua merek tidak hanya terbukti aman di laboratorium, tetapi juga transparan kepada publik dan menunjukkan tanggung jawab lingkungan serta sosialnya. Bisnis yang berkelanjutan adalah yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga sumber daya air untuk generasi mendatang dan melindungi hak-hak konsumen,” pungkas Mufti.
Dengan langkah proaktif ini, BPKN berharap dapat menciptakan ekosistem industri AMDK yang sehat, kompetitif, dan bertanggung jawab, sehingga konsumen dapat semakin yakin akan kualitas dan keamanan produk yang mereka konsumsi.


