EtIndonesia. Kyiv Independent melaporkan bahwa Staf Umum Ukraina telah mengonfirmasi serangan jarak jauh besar-besaran yang dilancarkan pada malam 13 November terhadap berbagai target Rusia di Krimea, Zaporizhzhia, serta sejumlah lokasi di wilayah Rusia sendiri. Dalam operasi ini, Ukraina menggunakan beberapa sistem persenjataan buatan dalam negeri, termasuk rudal “Flamingo”, rudal “Bars”, serta drone kamikaze “Liutyi”.
Pihak Ukraina menyatakan bahwa serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan militer Rusia, menghancurkan jaringan logistiknya, dan memberikan tekanan pada fondasi ekonomi Rusia. Dalam satu malam, Ukraina menembakkan beberapa sistem senjata jarak jauh dan mengenai “puluhan” target.
Rudal Flamingo Jadi Sorotan Utama
Senjata yang paling diperhatikan publik adalah rudal Flamingo, yang sebelumnya disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai “rudal tersukses” yang saat ini dimiliki Ukraina.
Informasi teknis yang dirilis menunjukkan bahwa:
- Jangkauan rudal: hingga 3.000 km,
- Berat hulu ledak: sekitar 1.150 kg.
Ini menjadikannya salah satu rudal jelajah jarak jauh paling mematikan yang diproduksi Ukraina sejauh ini.
Serangan Terfokus di Krimea dan Zaporizhzhia
Di wilayah Krimea yang diduduki Rusia, Ukraina melancarkan serangan presisi ke sejumlah fasilitas militer, termasuk:
- fasilitas penyimpanan minyak di terminal minyak Okeanskiy,
- area parkir helikopter,
- fasilitas penyimpanan dan perakitan drone di Bandara Kirovske,
- serta sebuah stasiun radar pertahanan udara dekat Yevpatoriya.
Di Zaporizhzhia yang diduduki, serangan Ukraina menghantam:
- depot bahan bakar di sekitar Berdyansk,
- pos komando garis depan milik Angkatan Darat ke-5 Rusia,
- dan markas Divisi Infanteri Bermotor ke-127.
Serangan Jarak Jauh Masuk ke Wilayah Rusia
Ukraina juga mengonfirmasi bahwa senjata jarak jauh mereka mengenai sejumlah sasaran militer di dalam Rusia. Skala kerusakan masih dievaluasi. Sebelumnya, pemerintah kota Oryol di Rusia melaporkan terjadi ledakan besar di wilayah mereka. Rekaman di media sosial memperdengarkan suara ledakan kuat dan serpihan yang jatuh ke daerah permukiman. Pemerintah belum mengumumkan apakah ada korban.
Pabrikan Rudal Flamingo Masuk Penyidikan
Meski Zelensky berulang kali memuji rudal ini, perusahaan pembuatnya — Fire Point — tengah diselidiki oleh Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU), atas dugaan:
- menaikkan harga secara ilegal, dan
- melebih-lebihkan jumlah unit yang telah dikirimkan.
Fire Point mengonfirmasi kepada Kyiv Independent bahwa memang ada penyelidikan, namun mereka:
- membantah semua tuduhan,
- dan menyebut isu tersebut “dibesar-besarkan”.
Sumber : NTDTV.com


