【Intelijen Militer】Pasukan Motor Rusia di Red Army Village Hancur Total

EtIndonesia. Pada 11 November, internet dipenuhi video yang menunjukkan kabut tebal menyelimuti kawasan Red Army Village saat subuh. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah besar tentara Rusia mengendarai motor dan kendaraan sipil menuju arah desa tersebut. Yang membuat video itu ramai dibicarakan adalah kondisi pasukan penyerang Rusia yang terlihat memprihatinkan:

  • Jeep digunakan layaknya tank,
  • Motor diperlakukan seperti kendaraan tempur infanteri,
  • Bahkan ada yang menumpangi van sipil.

Pemandangan ini mengingatkan pada konflik beberapa waktu lalu antara Taliban Afghanistan dan Pakistan, di mana Taliban mengirim pasukan ke garis depan dengan “armada mewah” berupa jeep dan motor—mirip dengan situasi Rusia saat ini. Banyak analis mengatakan: jika perang terus berlanjut dengan cara begini, Rusia benar-benar bisa “meng-Afghanistan-kan” diri sendiri.


Apakah Serangan Motor Rusia Berhasil? Tidak — Mereka Dibantai

Pertanyaannya: apakah pasukan motor Rusia ini berhasil melakukan serangan mendadak memanfaatkan kabut? Jawabannya tidak.

Militer Ukraina kemudian merilis dua video drone yang menunjukkan pergerakan pasukan Rusia sepenuhnya telah dipantau dan dikunci dari udara.

Dalam rekaman drone:

  • Terlihat jalan panjang yang berubah menjadi “jalan kematian”,
  • Motor Rusia berserakan, sebagian terbakar, sebagian hancur,
  • Hampir tidak terlihat lagi sosok tentara Rusia, membuat konteks awal pertempuran sulit diketahui.

Video kedua, yang tampaknya diambil oleh unit drone Ukraina, memperlihatkan:

  • Banyak tentara Rusia berdiri di samping motor mereka, seolah sedang bertahan,
  • Namun motor, mobil, dan posisi mereka dihancurkan secara sistematis oleh serangan drone.

Drone Ukraina Kembali ke TKP — Hasilnya Mengerikan

Untuk memverifikasi hasil serangan, unit drone Ukraina kembali terbang ke area itu. Dari sudut pandang udara:

  • Sepanjang jalan penuh dengan motor Rusia yang terbakar,
  • Banyak kendaraan militer ringan juga hancur,
  • Tampak belasan kendaraan yang tidak lagi bisa digunakan,
  • Perkiraan kasar menunjukkan kerugian personel Rusia bisa mencapai ratusan di satu sektor ini saja.

Kerusakan yang terlihat sangat parah, memperlihatkan bagaimana taktik motor Rusia berubah menjadi bumerang ketika berhadapan dengan drone kamikaze dan munisi berpemandu Ukraina.


Mengapa Rusia Memakai Motor? Jawaban Ada di Rekaman Lama

Dalam satu tahun terakhir, Rusia memang semakin mengandalkan tim motor (motorized assault groups) untuk serangan kilat. Sebuah video yang dipublikasi pada September—direkam sebelum salah satu serangan besar—menunjukkan setiap prajurit menyebutkan daerah asalnya:

  • Vladivostok
  • Amur
  • Krimea
  • Altai

Yang menarik: tidak satu pun berasal dari Moskow atau St. Petersburg.

Ini memperkuat analisis bahwa:

  • Putin merekrut besar-besaran dari daerah jauh dan miskin,
  • Tetapi meminimalkan rekrutmen dari kota besar agar elit dan penduduk perkotaan tidak merasa dampak perang,
  • Pasukan dari Siberia dan kawasan terpencil lebih mudah dijadikan “daging meriam”.

Taktik Motor: Cepat Turun, Lawan Drone — Tetap Tidak Efektif

Rusia memakai motor karena:

  • Cepat berhenti,
  • Cepat turun,
  • Bisa langsung menembak ke arah drone.

Salah satu video dari pihak Rusia memperlihatkan hal ini:

  • Seorang tentara menghentikan motor,
  • Langsung melompat turun,
  • Menembak drone dari jarak dekat,
  • Lalu merayap untuk menghindari ledakan,
  • Namun akhirnya drone tetap menghantam kendaraan di dekatnya dan meledak keras.

Hasilnya:

  • Motor hancur,
  • Tentara mengalami luka ringan,
  • Taktik ini terlihat tidak efektif menghadapi volume drone Ukraina yang makin besar.

Dalam rekaman berikut, kita dapat melihat dengan jelas bahwa penggunaan tim motor membuat tentara Rusia lebih lincah. Saat menghadapi serangan drone, mereka bisa meloncat turun dari motor dalam hitungan detik, mengambil senjata ringan, lalu mencoba membalas serangan.

Namun, meski Rusia mengalami kerugian besar di jalan raya menuju Red Army Village, serangan mereka terhadap kota itu terus berlanjut. Militer Rusia juga merilis rekaman yang memperlihatkan angkatan udara mereka menggunakan bom berat FAB-300 untuk menyerang desa-desa di sekitar Red Army Village.


Peta Perang 12 November: 2/3 Red Army Village Sudah Jatuh

Melihat peta pertempuran per 12 November, perubahan garis depan tidak terlalu besar. Namun:

  • Sekitar dua pertiga Red Army Village sudah direbut Rusia,
  • Bagian utara desa masih menjadi lokasi pertempuran sengit,
  • Sebuah desa di timur, bernama Myrnohrad, masih dikuasai Ukraina,
  • Tetapi ruang manuver Ukraina semakin kecil dan nyaris habis.

Zelensky: “Keputusan Mundur Ditentukan Komandan Lapangan”

Pada 13 November, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan:

“Keputusan mundur harus diambil komandan garis depan. Tidak ada yang memaksa mereka mati demi reruntuhan. Saya mendukung para prajurit kami, terutama komandan yang bertugas di sana, agar mereka mengendalikan situasi semampu mereka. Yang terpenting bagi kami adalah keselamatan prajurit kami.”

Zelensky sendiri telah mengunjungi pos komando front Red Army Village pada 5 November, bertemu para prajurit dan membahas situasi terbaru.


“Pro-Ukraina” vs. Kenyataan: Fakta dan Opini Harus Dipisah

Beberapa kanal media independen terus melaporkan hal-hal positif tentang Ukraina, namun mengabaikan sisi negatifnya. Sang narator menegaskan:

“Fakta dan opini harus dipisahkan. Saya, seperti banyak teman, tentu berharap Ukraina menang. Tapi analisis pertempuran harus objektif.”

Kenyataannya, meski Ukraina bertempur sangat heroik dan memaksa Rusia membayar harga yang sangat mahal untuk setiap meter kemajuan, kondisi strategis tidak banyak berubah:

  • Drone Ukraina memang menghancurkan konvoi motor Rusia,
  • Namun itu hanya menunda kejatuhan Red Army Village,
  • Ukraina telah mencapai tujuannya dalam menguras tenaga Rusia,
  • Tetapi kepungan tiga arah belum terpecahkan,
  • Mundur dari Red Army Village tampaknya tinggal menunggu waktu.

Pertempuran Beralih ke Utara — Rodyske Jadi Garis Pertahanan Terakhir

Fokus operasi Ukraina kini bergeser ke utara Red Army Village. Video terbaru berasal dari desa Rodyske, hanya 5 km dari Red Army Village.

Desa itu merupakan benteng terakhir jalur suplai menuju Red Army Village. Pertempuran jelas terjadi di tengah reruntuhan perumahan—seluruh bangunan telah hancur total.

Dalam video:

  • Sebuah tank Ukraina terlihat menembakkan pelurunya berkali-kali ke posisi Rusia di kejauhan.

Drone + Smartphone: Senjata Andalan Ukraina

Militer Ukraina juga merilis video dari sektor utara yang menunjukkan bagaimana drone mereka bekerja:

  • Drone terhubung langsung ke smartphone,
  • Operator bisa memantau pergerakan musuh secara real time dari layar ponsel,
  • Drone kemudian mengunci target,
  • Dan mengarahkan artileri jarak jauh untuk menghantam:
    • Pasukan Rusia yang bergerak di lapangan,
    • Posisi persembunyian mereka di parit atau bangunan.

Teknologi sederhana namun efektif ini membuat Ukraina mampu mengimbangi dominasi jumlah pasukan Rusia, meski berada dalam posisi yang semakin sulit.

Dalam video terbaru yang dirilis, terlihat jelas kondisi pusat komando bawah tanah Ukraina. Di ruangan itu terdapat banyak layar besar yang menampilkan umpan video real-time dari seluruh drone di garis depan. Informasi ini kemudian dibagikan secara langsung ke unit-unit yang sedang bertempur.

Para komandan menggunakan data tersebut untuk:

  • Berkomunikasi dengan pasukan garis depan,
  • Mengarahkan artileri jarak jauh,
  • Atau mengirim drone kamikaze untuk menyerang posisi pasukan Rusia dengan presisi.

Hal penting yang perlu dicatat: rekaman ini bukan dibuat oleh unit drone, tetapi oleh sebuah batalion serbu Ukraina bernama “Batalyon Batu (Stone)”. Artinya, setiap batalion di Ukraina kini telah mengintegrasikan drone sebagai bagian dari operasi gabungan satuan tempur.

Gambaran ini menunjukkan perkembangan modernisasi militer:

Jika sebuah negara tidak mempersenjatai pasukannya dengan drone, serta tidak melatih kemampuan koordinasi antara pasukan darat, artileri, dan UAV, maka begitu memasuki medan perang modern — mereka hanya akan menjadi sasaran empuk.


Ukraina: “Kami Sudah Mencapai Tujuan Strategis Menguras Rusia”

Militer Ukraina menegaskan bahwa mereka telah berjuang sekuat tenaga di Red Army Village dan berhasil mencapai tujuan strategis utama, yaitu menguras kekuatan tempur Rusia sebanyak mungkin.

Panglima Tertinggi Oleksandr Syrskyi menyatakan bahwa sejak Oktober:

Rusia telah kehilangan 30.000 personel hanya di sektor Red Army Village.


Rusia Kehilangan Tank — Dihantam Drone Hanya dalam Beberapa Detik

Militer Rusia juga merilis rekaman tersendiri: sebuah tank T-72B3M bergerak maju, tetapi hanya beberapa detik kemudian dihantam drone atau artileri presisi, meledak dan berhenti total. Serangan seperti ini kini menjadi hal rutin di front Donetsk.


Front Kharkiv: Rusia Maju Sedikit, Ukraina Mundur ke Hutan

Blogger militer Rusia “Rybar” melaporkan bahwa pada 13 November, Rusia meraih kemajuan kecil di arah Kharkiv:

  • Mereka merebut desa Synelnykove, barat daya Vovchansk,
  • Serangan dipimpin oleh Brigade Mekanis ke-82 Angkatan Darat Rusia,
  • Ukraina mundur ke area hutan di pinggiran desa.

Meski tidak sebesar Donetsk, pertempuran di Kharkiv dan Vovchansk terus berlangsung setiap hari.


Drone Ukraina Menghantam Pasukan Rusia di Kharkiv

Video yang dirilis Brigade ke-57 Ukraina menunjukkan:

  • Drone menyerang infanteri Rusia di sektor Vovchansk,
  • Banyak yang bergerak dalam tim kecil 1–3 orang, sebuah taktik baru Rusia selama satu tahun terakhir,
  • Dalam video terlihat beberapa tentara Rusia yang terpeleset dan jatuh panik saat drone datang menghantam.

Setiap langkah maju Rusia di sektor ini selalu dibayar dengan kerugian besar, menunjukkan perang gesekan di level ekstrem.


Lyman: Ukraina Membersihkan Bunker dan Terowongan Rusia

Di sektor Lyman, pertempuran juga sangat sengit. Rekaman dari pasukan Ukraina menunjukkan:

  • Unit-unit serbu memasuki bunker garis depan Rusia,
  • Menyisir terowongan dan membersihkan posisi lawan secara langsung,
  • Banyak prajurit membawa kamera GoPro, menghasilkan cuplikan pertempuran jarak dekat yang terasa seperti adegan dari game Call of Duty.

Gambaran Akhir: Ukraina Menyerang dari Udara, Rusia Menekan dari Darat

Dalam beberapa hari terakhir:

Serangan Udara Ukraina:

  • Ukraina melancarkan serangkaian serangan besar-besaran ke wilayah belakang Rusia, termasuk:
    • Pelabuhan Novorossiysk,
    • Kilang minyak Oryol,
    • Fasilitas militer strategis lainnya.

Pertempuran Darat:

  • Di Red Army Village, pertempuran tetap sangat intens, terutama di sektor utara,
  • Rusia mengerahkan tim motor dalam kabut, tetapi seluruh unit itu dihancurkan drone Ukraina,
  • Situasi Ukraina di Red Army Village semakin kritis, dan jatuhnya kota ini hanya soal waktu.

Sektor Lain:

  • Di Lyman dan Kupiansk, pertempuran besar terus berlangsung,
  • Rusia meraih sedikit kemajuan,
  • Tetapi kerugian mereka sangat besar, dan laju ofensif terus terkikis oleh pertahanan Ukraina.

Demikian laporan perang hari ini. Konflik terus berkembang, dan kedua pihak memasuki fase pertarungan sengit yang mengandalkan:

  • Serangan drone,
  • Perang artileri presisi,
  • Serangan infanteri skala kecil,
  • Dan perebutan jalur suplai vital.

(Jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine