Dekat Pangkalan Bomber Siluman B-2, Pasangan Asal Tiongkok Borong Properti di Sekitar Fasilitas Militer AS — Washington Mulai Waspada

EtIndonesia. Pasangan asal Tiongkok yang telah “mengganti identitas” melalui jalur Kanada kedapatan membeli sebuah trailer park (taman rumah trailer) yang sudah terbengkalai di sebelah Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, Amerika Serikat. Yang membuatnya mencurigakan, pasangan ini ternyata secara sistematis membeli properti di sekitar pangkalan militer AS dan pabrik pertahanan besar lainnya, sehingga memicu kekhawatiran pemerintah AS. Sejumlah anggota Kongres menyerukan penyelidikan menyeluruh.

Menurut laporan media AS Daily Caller, trailer park yang dimaksud hanya dipisahkan oleh sebuah pagar dari Pangkalan AU Whiteman—markas bomber siluman B-2 Spirit, sekaligus lokasi peluncuran serangan Operasi Midnight Hammer pada Juni lalu terhadap fasilitas nuklir Iran.

Jurnalis investigasi Daily Caller, Phillip Lenczycki, menjelaskan: “Kami menemukan bahwa di bagian utara pangkalan Whiteman, di kota kecil Knob Noster, ada sebuah trailer park. Kota ini sangat kecil, terpencil, hanya berpenduduk sekitar 2.900 orang, dan hidupnya bergantung pada aktivitas pangkalan militer. Jarak antara properti tersebut dan pangkalan sangat dekat—Anda hampir bisa menyentuhnya.”

Investigasi menemukan bahwa trailer park tersebut dibeli pada tahun 2017 oleh sebuah perusahaan cangkang milik pasangan Tiongkok yang tinggal di wilayah Vancouver, Kanada — Hu Cheng (胡誠) dan Esther Mei (艾斯特‧梅).

Bomber Siluman B-2 (Tangkapan layar)

Lenczycki mengungkapkan lebih lanjut: “Kami menemukan pasangan ini memiliki koneksi dengan berbagai entitas yang terkait dengan Partai Komunis Tiongkok. Sang istri pernah menjadi anggota dewan sebuah perusahaan investasi di Vancouver yang punya banyak hubungan dengan Beijing, termasuk kolaborasi dengan BUMN Tiongkok dan tokoh-tokoh yang merupakan anggota Partai.”

Kongres AS Bergerak: “Ini Tak Bisa Dibiarkan”

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Mark Alford, pada 13 November telah mengirim surat kepada Komite Keamanan Investasi Departemen Keuangan AS untuk menanyakan apakah transaksi ini pernah diperiksa.

Ia mengingatkan bahwa Gubernur Missouri Mike Parson telah mengeluarkan aturan pada 2024 yang melarang perusahaan dari Tiongkok, Rusia, dan negara-negara dalam daftar hitam AS membeli tanah yang berdekatan dengan fasilitas militer. Namun Alford mengatakan, aturan itu masih belum cukup ketat.

Pangkalan AU Whiteman (tangkapan layar NTD)

Ia menegaskan: “Saya rasa itu belum cukup. Kita perlu memperluas pembatasannya. Inilah alasan saya mengajukan American Land Protection Act. Intinya, jika Anda adalah warga negara atau perusahaan dari negara musuh seperti Tiongkok, Iran, Venezuela, Kuba, Korea Utara, atau Rusia, Anda tidak boleh memiliki properti apa pun di Amerika Serikat.”

Pembatasan Baru Terhadap Kepemilikan Tanah oleh Warga Tiongkok

Pada Juli tahun ini, pemerintahan Trump kembali mengumumkan pembatasan baru: demi alasan keamanan nasional, AS mulai membatasi pembelian lahan pertanian oleh warga Tiongkok atau negara “kompetitor asing”.

Data resmi menunjukkan bahwa hingga akhir 2023, Tiongkok menempati urutan ke-20 daftar pemilik lahan pertanian asing di AS—dengan total 112.234 hektare.

Langkah-langkah ini menambah kekhawatiran yang terus berkembang bahwa Beijing menggunakan modal swasta sebagai kedok untuk melakukan infiltrasi di sekitar infrastruktur strategis Amerika. (Jhon)

Sumber ; NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine