Hampir 30.000 perawat perempuan berlisensi ikut serta dalam studi ini antara 1 Juni 1991 hingga 1 Juni 2015.
Jacki Thrapp
Sebuah studi baru mengungkap bahwa ultraprocessed Food (UPF) atau makanan ultra proses mungkin terkait dengan meningkatnya kasus kanker usus besar pada anak muda di seluruh dunia.
Studi pertama dari jenisnya ini, yang berlangsung selama 24 tahun, menemukan bahwa orang muda yang mengonsumsi makanan ultraprocessed dalam jumlah tinggi mengalami lonjakan diagnosis adenoma dan polip usus besar, yang sering berkembang menjadi kanker kolorektal.
“Para peserta dengan konsumsi UPF pada kuintil tertinggi memiliki kemungkinan 45 persen lebih besar mengalami adenoma konvensional kolorektal onset-dini dibandingkan dengan kuintil terendah,” demikian menurut studi yang dipublikasikan pada 13 November di jurnal JAMA Oncology.

Studi tersebut mengikuti 29.105 perawat perempuan berlisensi dari 1 Juni 1991 hingga 1 Juni 2015. Perawat laki-laki tidak termasuk dalam penelitian.
Secara keseluruhan, 1.189 peserta yang lahir antara 1947 hingga 1964 didiagnosis dengan adenoma konvensional onset-dini, dan 1.598 didiagnosis dengan lesi serrated.
Perempuan dengan konsumsi makanan ultraprocessed lebih tinggi tampaknya memiliki risiko lebih besar mengalami adenoma konvensional onset-dini, namun tidak untuk lesi serrated, menurut studi tersebut.
“Temuan kami menegaskan pentingnya mengurangi asupan makanan ultraprocessed sebagai strategi untuk menekan meningkatnya beban kanker kolorektal onset-dini,” tulis penulis senior dan gastroenterolog, Dr. Andrew Chan.
Chan mendefinisikan makanan ultraprocessed sebagai “makanan siap konsumsi yang sering mengandung kadar gula, garam, lemak jenuh, dan bahan tambahan pangan yang tinggi.”
“Risiko yang meningkat tampaknya cukup linear, artinya semakin banyak makanan ultraprocessed yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan berkembangnya polip usus besar.”

Tidak semua polip bersifat kanker. Namun, jumlah orang di bawah usia 50 tahun yang didiagnosis mengidap kanker kolorektal meningkat 2 persen pada 2025, menurut laporan American Medical Association pada Juli.
Angka kejadian kanker kolorektal meningkat 500 persen pada kelompok usia 10–14 tahun, naik 333 persen pada usia 15–19 tahun, dan naik 185 persen pada dewasa muda usia 20–24 tahun, demikian menurut American Medical Association, mengutip data CDC dari 1999 hingga 2020.
Kanker usus besar biasanya dikaitkan dengan kelompok usia di atas 50 tahun, tetapi semakin banyak orang muda di seluruh dunia yang didiagnosis kanker usus besar onset-dini, menurut Mayo Clinic.
“Pada sekitar 20 persen kasus kanker usus besar onset-dini, kondisi genetik menjadi penyebab yang mendasari. Namun, sebagian besar penderita tidak memiliki kondisi tersebut,” lapor Mayo Clinic.

Dokter juga mencatat bahwa orang muda yang didiagnosis kanker usus besar onset-dini umumnya memiliki variasi bakteri usus yang lebih sedikit dibandingkan “orang sehat”, pernah menggunakan antibiotik pada usia dini, memiliki asupan minuman manis dan makanan olahan yang tinggi saat muda, serta menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan meja atau menonton televisi.
Kanker kolorektal merupakan penyebab kematian akibat kanker terbesar kedua di Amerika Serikat.
Definisi Makanan Ultra-Proses (Ultra-processed Foods)
Makanan seperti biskuit, hidangan siap saji, mi instan, dan burger termasuk dalam kategori UPF karena dibuat dengan formulasi industri yang menggunakan bahan-bahan seperti minyak, lemak, dan pati.
Sejatinya, UPF adalah makanan yang telah mengalami perubahan signifikan dari bentuk aslinya melalui proses industri. Contohnya termasuk minuman bersoda, keripik, cokelat, permen, es krim, dan sereal sarapan manis.
Makanan ini biasanya mengandung bahan tambahan untuk tujuan kosmetik (penampilan, rasa, tekstur) serta zat-zat yang umumnya tidak terdapat dalam makanan utuh.
UPF (makanan ultraprocessed) juga dapat menyebabkan peradangan karena beberapa alasan, antara lain:
- Kandungan Bahan Tambahan Pangan: Bahan tambahan seperti emulsifier, pemanis, pewarna, dan nanopartikel dapat mengubah mikrobiota usus dan meningkatkan permeabilitas usus, yang dapat memicu peradangan.
- Kandungan Garam yang Tinggi: Garam dalam UPF dapat meningkatkan jumlah sel T pro-inflamasi yang diproduksi tubuh.
- Kandungan Gula yang Tinggi: Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah.


