Banyuwangi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat komitmen dalam mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya penyandang disabilitas. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi Pasar Modal” dan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa tambahan modal usaha, yang digelar di Pendopo X-Barue Coffee, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan UMKM, komunitas disabilitas, perangkat desa, mahasiswa, dan perwakilan lembaga keuangan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan serta memberikan akses pendanaan yang lebih adil. M. Fiqrom Ashari, Asisten Manager OJK, menekankan pentingnya pemahaman pasar modal guna mencegah masyarakat terjebak dalam investasi ilegal.
“Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama UMKM, agar tidak mudah terjebak investasi ilegal dan mampu melihat peluang pendanaan dari pasar modal,” ujarnya.
Materi sosialisasi mencakup pengenalan dasar pasar modal, prinsip investasi yang benar, identifikasi investasi ilegal, serta edukasi mengenai pinjaman daring dan bahaya judi online. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar mekanisme dan peluang investasi yang diajukan kepada narasumber dari OJK Jember dan Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Cita Mellisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia, menyerahkan secara simbolis bantuan CSR modal usaha kepada pelaku UMKM disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat kemandirian ekonomi para penerima.
Royzaq Haramain, Relawan Yayasan Sahabat Pedalaman, menyambut baik langkah nyata ini. “Bantuan ini menjadi bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha difabel yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan,” ujarnya.
Kegiatan ini didukung pula oleh Galeri Investasi BEI dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Universitas Bakti Indonesia, Dinas Koperasi Banyuwangi, serta Yayasan Sahabat Pedalaman. Sinergi multipihak ini diharapkan dapat memperluas jangkauan literasi keuangan yang inklusif dan memberdayakan, khususnya di daerah pelosok Jawa Timur.


