EtIndonesia. Media Inggris mengungkap sebuah kasus mengejutkan: seorang jurnalis BBC yang masih aktif bekerja diduga terlibat kegiatan spionase untuk rezim Tiongkok. Ia dituduh, sebelum bergabung dengan BBC, pernah menggunakan “honey trap” atau jebakan asmara untuk mendekati pejabat tinggi Uni Eropa dan organisasi internasional Barat demi memperoleh informasi militer sensitif. Kasus ini memicu guncangan besar di Inggris, dan pemerintah mulai mempertanyakan ketatnya sistem pemeriksaan latar belakang pegawai BBC.
Menurut laporan Daily Mail, jurnalis tersebut sedang diselidiki oleh lembaga keamanan Inggris atas dugaan menjadi agen intelijen Tiongkok.
Sumber tersebut menyebut bahwa sebelum bekerja di BBC, ia sempat menjadi koresponden di Brussel, Belgia, untuk sebuah media lain. Selama masa itu, ia diduga memanfaatkan akses profesinya untuk membantu Beijing mencari target intelijen potensial—terutama para pejabat senior lembaga internasional yang memiliki akses terhadap informasi militer rahasia.
Salah satu metode yang dituduhkan kepadanya adalah pemanfaatan “operasi rayuan” untuk memancing para pejabat tersebut.
Saat ini, tiga lembaga keamanan Inggris tengah melakukan investigasi, berupaya memastikan sejauh mana informasi sensitif Barat telah bocor ke tangan Beijing melalui jurnalis tersebut.
Kasus ini juga menarik perhatian aliansi intelijen Five Eyes (Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru), yang kini tengah menilai potensi ancaman kasus ini terhadap keamanan negara-negara anggotanya.
Sumber internal menyebut bahwa seiring pendalaman penyelidikan, muncul kekhawatiran bahwa tingkat infiltrasi jurnalis tersebut ke dalam sistem keamanan Barat “mungkin jauh lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya.”
Priti Patel, Menteri Luar Negeri bayangan Inggris, mendesak agar kasus ini diusut tuntas secepatnya. Ia juga mempertanyakan mekanisme pemeriksaan latar belakang BBC terhadap staf barunya.
“Partai Komunis Tiongkok adalah ancaman bagi Inggris. Siapa pun yang berupaya merusak keamanan nasional kita atau merusak lembaga yang melindungi Inggris dan sekutu kami, harus diperiksa secara penuh tanpa kompromi,”tegasnya.
Sebulan lalu, badan keamanan Inggris MI5 bahkan mengeluarkan peringatan publik langka kepada anggota parlemen. MI5 menegaskan bahwa Inggris kini menjadi salah satu target utama dari operasi pengaruh dan spionase jangka panjang yang dilakukan Rusia, Tiongkok, dan Iran. (jhon)
Sumber : NTDTV.com


