Ledakan Wabah di Tiongkok, Rumah Sakit Penuh Sesak — Kematian Mendadak di Usia Muda Meningkat Tajam

Etindonesia. Rumah sakit di berbagai wilayah Tiongkok kembali dipadati pasien. Otoritas menyatakan bahwa gelombang penularan saat ini disebabkan oleh virus influenza A (H3N2), dan sudah muncul kasus kematian. 

Dilaporkan NTD, Rabu (19/11/2025), beberapa provinsi mengeluarkan peringatan dini, memperkirakan puncak wabah akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Desember dan awal Januari tahun depan. Namun banyak warga meragukan penjelasan resmi, karena kasus kematian mendadak pada orang muda meningkat tajam, bahkan ada laporan kematian akibat “paru-paru putih”.

Rumah Sakit Penuh, Anak-Anak dan Remaja Jadi Korban Terbanyak

Fasilitas medis di berbagai kota kewalahan. Pasien anak-anak dan remaja membludak, hingga sejumlah sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar. Pemerintah menyebut wabah ini sebagai “flu A” dan menegaskan tidak ada obat khusus.

Menurut laporan media pemerintah, pada 10 November 2025 seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun di Henan mengalami demam hingga 39,8°C dan didiagnosis sebagai flu biasa. Hanya dalam satu hari, anak itu meninggal dunia. Dokter kemudian menambahkan diagnosis: infeksi berat dan infeksi virus flu A. Namun keluarga menduga terjadi salah diagnosis dan penanganan terlambat.

Di sejumlah daerah, pusat pengendalian penyakit mengeluarkan peringatan mengenai wabah norovirus, rotavirus, dan patogen lain yang menyebabkan gejala gastroenteritis akut.

Kematian Mendadak Usia 30–50 Tahun Dilaporkan Meluas

Seorang warga Xi’an bernama Xiao mengatakan: “Rumah sakit penuh orang, banyak anak muda dan remaja. Anehnya, banyak jenis penyakit yang dulu jarang terlihat. Serangan jantung dan stroke yang biasanya menyerang usia 50-an, sekarang menimpa orang yang jauh lebih muda.”

Warga pedesaan di Tangshan, Hebei, juga mengungkapkan bahwa sejak Oktober, kematian meningkat tajam. Dalam satu desa saja, belasan orang meninggal—sebagian besar berusia 40–50 tahun, bahkan ada yang baru 30-an.

Liu, warga Tangshan, mengatakan: “Kali ini flu sangat parah. Orang-orang tiba-tiba tumbang dan meninggal, padahal usianya tidak tua. Bibi ketiga saya meninggal karena paru-paru putih, usianya baru 50-an. Setelah pandemi, hidup terasa sangat rapuh. Yang muda satu per satu pergi—usia 30-an, 40-an, 50-an, tiba-tiba saja meninggal. Kebanyakan begitu sekarang.”

Warga Mengaku Banyak Teman Sebaya Meninggal  Dunia Setelah 2020

Seorang warga Qingdao bernama Wang, lahir tahun 1991, mengatakan banyak teman seumurannya meninggal sejak pandemi pertama:

“Sejak 2020, di usia saya yang 33 tahun ini, sudah ada empat sampai lima teman sebaya yang meninggal—ada yang kena stroke, ada yang meninggal setelah minum alkohol, ada juga kanker.”

Keluhan Kesehatan Setelah Pandemi dan Setelah Vaksinasi

Liu dari Tangshan mengaku kondisi kesehatannya memburuk setelah pandemi dan setelah menerima vaksin Sinovac:

“Sejak mendapat vaksin Sinovac, rambut rontok terus, gula darah naik, tekanan darah tinggi, jantung bermasalah, sulit tidur setiap hari, sakit kepala terus. Ketika diperiksa, ada banyak nodul paru-paru dan berbagai keluhan lain. Apakah ini akibat pasca-COVID atau akibat tiga kali vaksin, saya juga tidak tahu.”

Peringatan dari Master Li Hongzhi Mengenai Target Covid-19

Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong Li Hongzhi memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 terutama ditujukan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT), serta orang-orang yang membela dan bekerja untuk rezim tersebut. Ia menyebutkan bahwa banyak orang meninggal dunia, termasuk kaum muda.

Sejak awal pandemi, Li telah menerbitkan tulisan yang menyarankan cara “melindungi diri”, yaitu dengan melakukan “tiga mundur” (keluar dari Partai, Liga Pemuda, dan Pionir Muda) serta dengan “tulus melafalkan dua kalimat baik”: Falun Dafa Hao dan Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa baik; Sejati-Baik-Sabar). (jhon)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine