Australia Menjatuhkan Sanksi Terhadap Entitas Rusia Atas Serangan Siber

Dua penyedia layanan kejahatan siber asal Rusia dan dua individu dijatuhi sanksi.

EtIndonesia. Pemerintah Australia bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap dua penyedia layanan kejahatan siber asal Rusia—Media Land LLC dan ML.Cloud LLC—serta dua personel kuncinya, Aleksandr Alexandrovich Volosovik dan Kirill Andreevich Zatolokin.

Dalam pernyataan resmi pemerintah, kedua perusahaan tersebut disebut menyediakan infrastruktur bagi kelompok peretas dan pelaku kejahatan siber, termasuk serangan ransomware yang menargetkan Australia dan negara lain.

“Media Land telah membantu para pelaku kejahatan melakukan serangan terhadap lembaga keuangan Australia, dunia usaha, para pelanggan, serta infrastruktur internasional yang penting,” ujar Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dalam keterangan tertulis.

Ini merupakan kelima kalinya pemerintah mengaktifkan kerangka sanksi siber otonom Australia.

Sanksi tersebut menjadikan pemberian aset kepada entitas atau individu yang masuk daftar sanksi sebagai tindak pidana, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan/atau denda besar. Kedua individu asal Rusia itu juga dilarang memasuki Australia.

Wakil Perdana Menteri Richard Marles mengatakan langkah tersebut bertujuan melindungi keamanan nasional serta keselamatan digital Australia.

“Pemerintah Australia mengambil langkah tegas untuk melawan aktivitas siber berbahaya,” katanya.

 “Sanksi terbaru ini melanjutkan tindakan sebelumnya dan menunjukkan komitmen kami mengejar siapa pun yang berniat merugikan warga Australia.

Sanksi ini tidak hanya memberikan konsekuensi bagi para pelaku, tetapi juga meruntuhkan infrastruktur yang memungkinkan aksi kejahatan siber dilakukan.”

Menteri Dalam Negeri Tony Burke menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk “mengisolasi” individu yang dianggap mengancam keamanan nasional.

“Ini adalah salah satu ancaman yang berkembang paling cepat dan pemerintah akan memastikan negara ini siap menghadapinya,” ujarnya.

Sanksi ini merupakan hasil kerja sama erat antara Kepolisian Federal Australia (AFP), Australian Signals Directorate, serta mitra internasional lainnya.

Menurut data pemerintah, warga Australia kehilangan miliaran dolar setiap tahun akibat penipuan dan kejahatan siber.

Data resmi Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa tahun lalu, 47 persen warga Australia berusia 18 tahun ke atas mengalami setidaknya satu bentuk kejahatan siber.

Australian Institute of Criminality menyebut sebagian besar kasus kejahatan siber tidak pernah dilaporkan.

“Pada 2024, lebih banyak korban yang melaporkan dampak negatif akibat kejahatan siber, terutama terkait kerugian sosial dan kesehatan,” kata lembaga tersebut.

Kejahatan siber mencakup berbagai tindakan, termasuk pencurian identitas, penipuan finansial, penyebaran virus dan ransomware, peretasan, doxing, perundungan siber, serangan untuk melumpuhkan situs web, pencurian kekayaan intelektual, hingga spionase digital.

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine