Lebih dari sekadar masalah kosmetik, infeksi jamur kuku dapat memburuk dan menyebar jika dibiarkan.
oleh Mercura Wang
Toenail Fungus atau Jamur kuku kaki adalah infeksi yang cukup umum, memengaruhi sekitar 1 dari 10 orang. Meski tidak semua kasus membutuhkan perawatan, banyak orang mengabaikannya karena dianggap hanya masalah penampilan. Padahal, menunda penanganan dapat membuat infeksi makin parah.
Infeksi ini sulit sembuh dengan sendirinya dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku serta komplikasi lainnya.
Apa Saja Gejala dan Tanda Awal Jamur Kuku Kaki?
Infeksi jamur berkembang secara bertahap, biasanya dimulai dari tepi kuku lalu menyebar ke seluruh permukaan kuku. Gejalanya dapat muncul pada satu atau beberapa kuku, antara lain:
1. Perubahan Warna Kuku
Tanda pertama yang paling umum adalah perubahan warna menjadi kuning, cokelat, atau putih. Kadang bisa tampak oranye, kehitaman, atau hijau gelap. Biasanya dimulai dari ujung kuku dan bergerak ke arah kutikula. Kuku terasa lebih lunak, kering, dan rapuh.
2. Kuku Mudah Patah
Kuku menjadi rapuh, mudah retak, terbelah, atau mengelupas.
3. Kuku Menebal
Kuku tampak tebal, kusam, dan kehilangan kilau alaminya.
4. Bercak dan Cekungan
Muncul bintik-bintik putih bersisik atau titik-titik kecil di permukaan kuku.
5. Nyeri
Umumnya jamur kuku tidak menimbulkan rasa sakit. Namun pada kondisi parah, kerusakan kuku bisa menyebabkan nyeri, terutama jika ditekan sepatu yang sempit.
6. Bau Tidak Sedap
Jamur yang tumbuh di bawah atau sekitar kuku dapat menyebabkan bau kaki.
7. Kuku Terangkat dan Lepas
Jika tidak diobati, jamur dapat masuk ke area lebih dalam dan membuat kuku terangkat atau terpisah dari dasar kuku. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan pembengkakan kulit di sekitarnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa bila:
- Ada perdarahan, pembengkakan, atau nyeri di sekitar kuku.
- Infeksi menyebar ke kuku lainnya.
- Kesulitan berjalan.
- Pengobatan rumahan tidak menunjukkan perbaikan.
- Anda memiliki diabetes.
- Sistem imun sedang lemah (misal sedang menjalani kemoterapi, atau hidup dengan HIV).
Apa Penyebab Jamur Kuku?
Jamur kuku disebabkan oleh tiga kelompok jamur: dermatofit (90% kasus), kapang, dan ragi (yeast). Mereka tumbuh di area hangat dan lembap seperti kuku, lantai kamar mandi, handuk, dan alat pedikur yang tidak bersih.
1. Dermatofit
Jamur yang memakan keratin—protein pembentuk kuku. Jamur ini sangat mudah menular melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi.
2. Kapang (Mold)
Menyebabkan 8–10% kasus. Biasanya tidak berbahaya, namun dapat menginfeksi kuku jika masuk melalui celah.
3. Ragi (Yeast)
Jenis yang paling umum adalah Candida albicans.
Bagaimana Jamur Kuku Menular?
Jamur dapat masuk melalui celah kecil pada kuku atau kulit di sekitarnya, biasanya karena:
- Menyentuh seseorang yang memiliki infeksi jamur.
- Berjalan tanpa alas kaki di tempat lembap umum—seperti kolam renang, kamar mandi gym, atau ruang ganti.
- Berbagi handuk, sepatu, atau gunting kuku yang tidak disterilkan.
- Memiliki kutu air (athlete’s foot) yang menyebar ke kuku.
Faktor Risiko
Beberapa kebiasaan dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko:
- Kuku panjang atau dipotong tidak benar.
- Sepatu terlalu ketat dan membuat kaki lembap.
- Sering memakai kuteks tebal tanpa jeda.
- Riwayat cedera kuku atau infeksi jamur sebelumnya.
- Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat umum.
- Atlet yang sering berkeringat atau berbagi fasilitas kamar mandi.
- Riwayat keluarga dengan infeksi jamur.
- Usia lanjut (pertumbuhan kuku lambat, daya tahan menurun).
- Perokok (sirkulasi darah dan imun lebih lemah).
- Kondisi medis: keringat berlebih, psoriasis, kanker, diabetes, obesitas, penyakit arteri perifer, atau imun lemah.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Jamur Kuku?
Diagnosis dini meningkatkan keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan yang biasa dilakukan meliputi:
• Dermoskopi
Melihat pola perubahan kuku secara detail.
• Pemeriksaan Mikologi
Mengambil potongan kuku untuk diamati di bawah mikroskop.
• Kultur Jamur
Menumbuhkan sampel jamur untuk mengetahui jenisnya (hasil memakan waktu beberapa minggu).
• Tes PCR
Mendeteksi DNA jamur secara cepat dan sangat akurat.
Pilihan Pengobatan Jamur Kuku
Karena kuku sulit menyerap obat, proses penyembuhan memakan waktu lama—bahkan hingga 1 tahun.
1. Obat Antijamur Oral
Paling efektif untuk kasus sedang hingga berat. Contoh:
- Itrakonazol
- Terbinafine
Tingkat keberhasilan 55–70% dalam 10 bulan, tetapi perlu pemantauan fungsi hati.
2. Obat Oles Resep
Cocok untuk infeksi ringan, misalnya:
- Efinaconazole
- Tavaborole
- Ciclopirox
Dioleskan setiap hari hingga 12 bulan, dengan tingkat kesembuhan sekitar 35%.
3. Obat Bebas (OTC)
Membantu tampilan kuku, namun jarang menyembuhkan sepenuhnya.
4. Avulsi Kimia
Menggunakan salep urea 40% untuk melunakkan kuku hingga dapat dilepas tanpa operasi.
5. Terapi Kombinasi
Menggabungkan obat oral + oles + pemotongan kuku memberi hasil lebih baik.
6. Pencabutan Kuku
Dilakukan jika kuku sangat rusak atau tidak merespons terapi.
7. Terapi Lanjutan
Metode modern yang mulai banyak digunakan:
- Laser: membantu membersihkan jamur dan memperbaiki tampilan kuku.
- Plasma: menggunakan denyut listrik, tingkat kesembuhan 70–90%.
- Fotodinamik: memanfaatkan cahaya dan bahan fotosensitif—efektif hingga 100% bila dikombinasikan dengan laser.
- Iontophoresis: menggunakan arus listrik ringan untuk memasukkan obat ke dalam kuku.
Artikel ini terbit di Theepochtimes.com


