EtIndonesia. Seorang pembongkar kejahatan siber dari Asia Tenggara mengungkap bahwa Cambodian Academy of Life Sciences, yang berlokasi di gedung pusat Prince Group, diduga memelihara bayi untuk memproduksi “obat awet muda” bagi para miliarder. Lembaga ini diduga kuat merupakan cabang perusahaan asal Tiongkok. Setelah kasus ini mencuat, situs resminya buru-buru menghapus banyak informasi penting.
Berlokasi di Markas Prince Group, yang Pernah Dituding Menyiksa Ribuan Korban Penipuan
Menurut data publik, Cambodian Academy of Life Sciences berada di Diamond Island, Phnom Penh, di dalam kompleks Prince Group—konglomerat yang terkena sanksi AS karena terlibat penipuan online. Media Korea sebelumnya juga membongkar bahwa kompleks ini pernah menahan lebih dari 4.000 korban “pig-butchering” (perdagangan manusia untuk penipuan online) tiap bulan.
Pengungkap kasus ini menuduh lembaga tersebut membeli bayi dari kamp penipuan, lalu mengambil cairan sumsum tulang mereka untuk memproduksi “obat panjang umur”, demi meraup keuntungan fantastis.

Dugaan Kuat Terhubung ke Perusahaan Tiongkok Yuanpin Bio
Situs resmi lembaga itu menunjukkan adanya hubungan sangat dekat dengan Hunan Yuanpin Cell Biotechnology Co., Ltd. (selanjutnya disebut Yuanpin Bio), dan lembaga di Kamboja ini sangat mungkin merupakan cabang luar negeri perusahaan tersebut.
Keduanya sama-sama berfokus pada bisnis sel punca (stem cell). Yuanpin Bio juga memiliki hubungan kuat dengan otoritas pemerintah Hunan serta bekerja sama dengan Rumah Sakit Xiangya No.2 Changsha, yang pernah disebut dalam laporan dugaan pengambilan organ secara paksa.
Setelah informasi ini memicu perhatian publik, situs Cambodian Academy of Life Sciences menghapus banyak konten, termasuk:
*kerja sama dengan pemerintah Hunan,
* sertifikasi bisnis,
* daftar mitra resmi,
* informasi korporat terkait Yuanpin Bio.
Namun hingga 21 November, bagian “Gabung Bersama Kami” masih menampilkan lowongan kerja yang memuat logo Yuanpin Bio.


Netizen Menyebutnya “Institut 731”
Setelah kasusnya viral, banyak warga Tiongkok mulai menelusuri keberadaan lembaga tersebut.
Di platform Zhihu, beberapa warganet menyebut bahwa lembaga di Kamboja ini memang merupakan perusahaan komersial milik Yuanpin Bio. Ada pula yang menjulukinya langsung sebagai:
“Institut Ilmu Hayati 731” (membandingkan dengan unit eksperimen manusia Jepang yang terkenal kejam pada Perang Dunia II)
Bukan Satu-satunya: Banyak Kamp Penipuan di Asia Tenggara Ikut Terlibat
Blogger anti-penipuan Asia Tenggara yang sama juga mengungkap bahwa bukan hanya satu lembaga yang memproduksi “obat panjang umur” dari bayi.
Di banyak kamp penipuan di Asia Tenggara: bayi dipelihara secara paksa, tidak pernah tumbuh normal, sebagian besar tidak hidup lebih dari 6 tahun, tak satu pun mampu berdiri atau berkembang secara wajar.
Ada pula klaim bahwa lembaga di Kamboja tersebut tidak hanya membeli bayi dari Prince Group, melainkan juga “membeli anak dari mana saja yang bisa”.
Promosi Terang-Terangan di Platform Media Sosial Tiongkok
Netizen juga menemukan bahwa Cambodian Academy of Life Sciences aktif beriklan di media sosial di Tiongkok, menjual layanan:
“sel punca embrio khusus ginjal”
“sel punca embrio khusus hati”
Mereka bahkan mengunggah sertifikat kualitas produk tersebut, dan menyatakan bahwa obat ini ditujukan untuk:
“para individu sukses yang ingin menjaga kesehatan dan memperlambat penuaan.”
Iklan lain berbunyi:
“Pelanggan terlalu banyak, kami lembur mengolah sel.”
“Kami memiliki keuntungan besar dari laboratorium lokal.”
Kalimat terakhir ini dianggap mengisyaratkan secara terselubung bahwa memiliki laboratorium di dalam kamp penipuan memberi mereka “akses langsung” ke sumber tubuh manusia.


Banyak Perusahaan Tiongkok Buka “Institute of Life Sciences” di Asia Tenggara
Menurut data publik, selain Yuanpin Bio, terdapat sejumlah perusahaan Tiongkok lain yang membuka: “lembaga ilmu hayati”, “taman bioteknologi”, “pusat riset biologi” di berbagai negara Asia Tenggara.
Blogger anti-penipuan itu menyebut bahwa banyak lembaga tersebut berada dalam atau dekat kamp penipuan online, sangat tertutup, dan diduga terlibat dalam penculikan, pengambilan organ, dan praktik biologi kriminal lainnya. (jhon)
Sumber : NTDTV.com


