【Jurnal Mingguan】Jaringan Agen Global Tiongkok Terbongkar – Dunia Internasional Meningkatkan Kewaspadaan

Dalam beberapa waktu terakhir, keberadaan mata-mata dan agen yang direkrut Tiongkok di berbagai negara mulai terungkap satu per satu. FBI menemukan banyak bukti bahwa Sun Wen atau Linda Sun mantan wakil kepala staf kantor Gubernur New York, telah disuap oleh Tiongkok. Di California, seorang warga keturunan Tionghoa yang membantu Tiongkok mencuri teknologi militer telah mengaku bersalah. Sementara itu, pemerintah Taiwan juga menemukan bahwa enam pensiunan militer telah direkrut oleh Tiongkok. 

Kasus mata-mata Tiongkok yang menyamar sebagai perusahaan perekrutan internasional untuk menjaring pegawai pemerintah juga bermunculan. Rangkaian insiden ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana infiltrasi jangka panjang yang kini memicu kewaspadaan dunia.

Etindonesia. Laporan lembaga riset Amerika, AidData (bagian dari College of William & Mary), sejak tahun 2000 nilai proyek investasi Tiongkok di luar negeri telah mencapai 2,1 triliun dolar AS, hampir seimbang antara negara maju dan negara berkembang.

BBC sebelumnya juga pernah melaporkan bahwa nilai investasi Tiongkok di perusahaan-perusahaan Inggris mencapai 58,57 miliar dolar AS, namun banyak pihak menilai investasi itu memiliki tujuan tersembunyi.

Ron Black, mantan CEO perusahaan desain semikonduktor Inggris Imagination Technologies, baru-baru ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 ia pernah diminta untuk mentransfer teknologi militer ke Tiongkok. Setelah ia menolak dan mengundurkan diri, Tiongkok tetap berhasil memperoleh teknologi penting tersebut.

Beberapa tahun sebelumnya, empat bank milik negara Tiongkok memberikan pinjaman 1,2 miliar dolar AS kepada Fosun Group untuk membeli Wright USA, sebuah perusahaan asuransi khusus untuk agen FBI dan CIA.

Pada 3 September 2024 sore, Sun Wen atau Linda Sun mantan wakil kepala staf Gubernur New York, didakwa sebagai agen rezim Tiongkok, dan dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 1,5 juta dolar AS. (Foto: Huang Xiaotang / The Epoch Times)

Kasus ini membuat Presiden Donald Trump pada masa jabatan pertamanya segera memperketat proses pemeriksaan investasi asing. Pada masa jabatan keduanya, ia menandatangani memorandum “America First Investment Policy” yang memerintahkan CFIUS memperluas pembatasan terhadap investasi Tiongkok di sektor strategis AS.

Namun Tiongkok tidak hanya berinvestasi pada perusahaan. Melalui warga keturunan Tionghoa, mereka juga melakukan pembelian besar-besaran tanah di Amerika Serikat.

Pada tahun 2024, sebuah perusahaan penambang kripto yang dikendalikan Tiongkok membeli lahan di sekitar pangkalan rudal nuklir di Wyoming.

Sepasang suami-istri keturunan Tionghoa juga membeli taman terbengkalai di dekat pangkalan pesawat pembom siluman B-2, sebuah wilayah terpencil yang tidak memiliki nilai komersial.

Jurnalis investigasi The Daily Caller, Philip Lenczycki, menjelaskan: “Sang istri pernah menjadi anggota dewan sebuah perusahaan investasi di Vancouver, memiliki banyak hubungan dengan Tiongkok, pernah bekerja sama dengan BUMN, dan jajaran pemimpinnya juga berisi anggota Partai Komunis serta pejabat pemerintah Tiongkok.”

Seiring Arkansas dan Missouri mengeluarkan larangan pembelian tanah oleh perusahaan Tiongkok, anggota Kongres AS juga mendorong undang-undang nasional. Pada Juli 2025, pemerintahan Trump mengumumkan larangan bagi warga negara Tiongkok dan negara musuh lainnya membeli lahan pertanian di Amerika Serikat.

Tidak bisa membeli tanah? Tiongkok masih bisa menyusup melalui produk buatan mereka.

Perusahaan transportasi publik Norwegia, Ruter, minggu ini mengumumkan hasil pengujian bahwa bus listrik raksasa buatan Yutong (Tiongkok) ternyata bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat lunak yang dapat diperbarui tanpa izin. Denmark dan Inggris kini mengikuti langkah serupa dan memulai pengujian.

Bukan hanya bus — robot penyedot debu buatan Tiongkok dilaporkan menayangkan berita Tiongkok di rumah warga Taiwan, sementara di rumah seorang pengacara AS robot yang sama mengucapkan makian. Hal ini menunjukkan bahwa produk Tiongkok berpotensi berfungsi sebagai alat pemantauan terselubung.

Namun metode infiltrasi paling tersembunyi tetap melalui warga keturunan Tionghoa.

Sun Wen, mantan pejabat tinggi di New York, tidak hanya menghambat kegiatan diplomatik Taiwan, tetapi juga memalsukan dokumen untuk menjadikan masker buatan kerabatnya sebagai pemasok eksklusif untuk negara bagian New York. Ia juga rutin melaporkan berbagai situasi kepada Tiongkok. Bahkan ketika Tiongkok mengadakan perayaan 70 tahun berdirinya rezim komunis, ia mendapat undangan kehormatan. Persidangannya masih berlangsung dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Desember.

Di Taiwan, kasus pengkhianatan juga meningkat. Dari Januari hingga September tahun ini saja, 24 orang telah dituntut dalam kasus spionase Tiongkok.

Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng, menegaskan: “Infiltrasi Tiongkok terhadap Taiwan berlangsung tanpa henti. Dari semua ini kita bisa memahami betapa serius ancaman yang kita hadapi.”

Minggu ini, Taiwan kembali mengungkap enam personel militer aktif dan pensiunan yang dituduh mengumpulkan informasi rahasia untuk Tiongkok. Selain itu, seorang anggota Komite Urusan Etnis dan Luar Negeri Kota Changsha, Ding Xiaohu, juga didakwa karena menggunakan kedok “pertukaran budaya agama” untuk merekrut tentara Taiwan dan membentuk jaringan mata-mata.

Pada 18 November, badan intelijen Inggris MI5 memperingatkan bahwa agen Tiongkok sedang gencar mendekati pegawai pemerintah dan anggota parlemen untuk memperoleh informasi sensitif Inggris. Diperkirakan 10.000 warga Inggris telah menjadi target pendekatan. 

Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, segera mengumumkan langkah-langkah baru untuk menghadapi infiltrasi tersebut dan menegaskan bahwa Inggris memiliki nol toleransi terhadap campur tangan politik oleh Tiongkok.

Taylor Hawthorne, peneliti tamu di American Safety Security Center, memperingatkan: “Amerika harus segera sadar bahwa Tiongkok adalah musuh kita. Jika AS terus menenangkan mereka tanpa menyatakan sikap tegas, pada akhirnya Amerika akan kalah dalam perang ini.” (jhon/asr)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine