21 Tahun Penerbitan Buku “Sembilan Komentar”, Gelombang Kesadaran Publik Meningkat Pesat – Gerakan “Tiga Pengunduran Diri” Semakin Menguat

EtIndonesia. Tanggal 19 November 2025 menandai 21 tahun sejak terbitnya editorial Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis yang dipublikasikan oleh Epoch Times. Buku tersebut secara jelas menyimpulkan perjalanan panjang gerakan komunisme internasional sepanjang lebih dari satu abad, terutama menyingkap sejarah kelam serta sifat jahat Partai Komunis Tiongkok.

Sejak dirilis pada 2004, Sembilan Komentar memicu gelombang besar masyarakat Tiongkok yang keluar dari keanggotaan Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda, dan Pionir Muda—yang dikenal sebagai “tiga pengunduran diri” (三退) (San Tui).  Gerakan ini dipuji sebagai kebangkitan kesadaran spiritual terbesar masyarakat Tiongkok.

Hingga 18 November 2025, jumlah total orang yang melakukan “tiga pengunduran diri” di seluruh dunia mencapai sekitar 455 juta orang (454.576.390).


Awal Mula: Penerbitan “Sembilan Komentar” Tahun 2004

Sejak 19 November 2004, Epoch Times menerbitkan editorial berjudul “Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis”, yang menyingkap sejarah tindakan represif dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok.

Pada 13 Januari 2005, Epoch Times menerbitkan “Pernyataan Resmi”, yang mengatakan: “Akhir dari Partai Komunis sudah dekat. Namun partai jahat ini telah melakukan dosa besar terhadap umat manusia dan para dewa. Ketika hari perhitungan tiba, mereka yang masih berpegang teguh pada partai akan ikut terseret dalam hukuman sejarah.”

Pernyataan itu menyerukan agar siapa pun yang pernah bergabung dengan organisasi di bawah Partai Komunis segera mengundurkan diri, sehingga tidak ikut terseret dalam apa yang mereka sebut sebagai “pembalasan historis”.

Seruan ini memicu gerakan global ‘tiga pengunduran diri’ di kalangan warga Tiongkok di berbagai negara.


Seruan dan Pesan Para Aktivis

Ketua Pusat Global Pelayanan Pengunduran Diri dari PKT, Wang Zhiyuan, menyampaikan: “Sebelum Partai Komunis Tiongkok dihancurkan oleh langit, mereka yang sudah keluar tidak akan ikut menjadi korban. Ketika sejarah mengadili kejahatan PKT, mereka yang telah mundur tidak akan terseret dan akan memberi masa depan cerah bagi diri dan keluarga.”

Menurut pusat pelayanan tersebut, dari Januari hingga Oktober tahun ini, jumlah masyarakat yang secara nyata mendaftarkan diri untuk menerima sertifikat “tiga pengunduran diri” meningkat 32,2% dibanding tahun sebelumnya.

Hingga 19 November 2025, jumlah orang yang secara terbuka menyatakan keluar dari organisasi PKT di situs Epoch Times mencapai 454.614.803 orang.


Pengalaman Pribadi Masyarakat: Kesadaran yang Tumbuh

• Liu Tianhao dari Fuzhou, Jiangxi, dalam pernyataannya pada 14 November, mengaku pernah menjadi “tangan kotor” rezim komunis. Setelah bisa menembus tembok sensor dan mengetahui fakta sebenarnya, ia sangat menyesal. Liu bahkan mencetak “Sembilan Komentar” dan membagikannya di sekolah, berharap dapat “mengurangi dosa”.

• Pada 17 November, Gao Jingxian dan 27 warga lainnya menyatakan bahwa setelah membaca “Sembilan Komentar”, mereka baru memahami betapa besar kejahatan historis yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok terhadap rakyat, dan bahwa “Tuhan pasti akan mengadili kejahatan partai tersebut”. Mereka dengan tegas menyatakan keluar dari semua organisasi di bawah PKT.

Ketua Pusat Pengunduran Diri, Wang Zhiyuan, mengatakan bahwa keputusan warga Tiongkok untuk keluar dari partai merupakan aksi terbesar atas nama hati nurani dalam sejarah modern.

Wang juga menambahkan: “Mereka menganggap sertifikat pengunduran diri sebagai benda bersejarah yang sangat berharga—bukti bahwa di tengah zaman gelap mereka memilih keberanian, moralitas, dan berdiri di sisi yang benar.”


Dukungan dan Sikap Internasional

Kesadaran global mengenai ancaman Partai Komunis Tiongkok juga terus meningkat. Pada 7 November, bertepatan dengan “Hari Peringatan Korban Komunisme”, Presiden AS Donald Trump menetapkan tanggal 2–8 November sebagai “Anti-Communism Week”.

Pernyataan resmi Gedung Putih menegaskan: “Negara ini berkomitmen untuk melawan komunisme, membela kebebasan dan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak satu pun sistem pemerintahan yang dapat menggantikan kebebasan moral dan kehendak manusia.”

Ketua Komisi Eksekutif Kongres AS untuk Tiongkok (CECC), Chris Smith, mengatakan kepada praktisi Falun Gong dan relawan “tiga pengunduran diri”: “Saya terinspirasi oleh keberanian kalian dan sedih melihat penindasan yang kalian alami. Mengapa rezim komunis takut pada kebaikan dan tindakan moral? Ini tidak masuk akal. Rezim diktator melakukan apa saja semaunya, dan kita harus berani melawannya.”


Relawan Lapangan: Mengajak Orang untuk Keluar dari PKT

Praktisi Falun Gong, Shi Lijun, selama bertahun-tahun menjadi relawan “tiga pengunduran diri”—baik dengan berbicara langsung kepada wisatawan maupun menelepon masyarakat di daratan Tiongkok.

Ia mengatakan: “Saya berharap mereka yang belum melakukan ‘tiga pengunduran diri’ segera sadar dan melihat kejahatan Partai Komunis. Partai tidak ingin rakyat Tiongkok pintar—mereka ingin rakyat tidak punya kemampuan berpikir agar mudah dikendalikan. Saya berharap kalian segera bangun dan memiliki masa depan yang baik.”


Pengaruh Internasional “Sembilan Komentar”

“Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis” kini telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa, termasuk Inggris, Indonesia, Jepang, Jerman, Prancis, Korea, Rusia, Spanyol, Vietnam, dan Italia.

Buku ini tersebar luas di daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia—menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam mengenalkan hakikat Partai Komunis Tiongkok kepada publik internasional. (jhon/asr)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine