EtIndonesia. Setiap orang pasti melewati masa-masa sulit dalam hidup. Mungkin itu malam-malam panjang penuh kecemasan dan tak bisa tidur. Mungkin itu usaha keras yang sudah menguras segalanya tetapi tetap tak berbuah hasil. Atau mungkin itu rasa menyesal, kehilangan, dan harapan yang tak terwujud.
Semua kegundahan itu sering tersembunyi dalam status yang kita unggah dan hapus dalam hitungan detik, dalam tangis yang tiba-tiba pecah, atau dalam runtuhan hati yang tak terlihat oleh siapa pun.
Banyak waktu, ketika hidup tampaknya sudah mulai membaik, ketika masalah seolah akan segera lewat, tiba-tiba muncul lagi hambatan kecil yang membuat kebahagiaan yang sudah nyaris kita genggam kembali menghilang.
Seakan-akan cobaan hidup tak pernah benar-benar selesai.
Ada sebuah kalimat bagus: “Tidak semua orang beruntung bisa hidup sesuai idealnya. Punya rumah dan mobil memang baik, tapi tidak punya pun jangan bersedih. Hargai apa yang sudah dimiliki sekarang, lalu bersama-sama kita berusaha menciptakan yang lebih baik.”
Semakin jauh perjalanan hidup kita, semakin kita menyadari bahwa dalam puluhan tahun umur ini, tidak ada hidup siapa pun yang selalu mulus. Setiap orang memikul beban dan kesedihan yang tidak diketahui orang lain.
Namun kapan pun itu, kita harus tetap melihat ke depan, tetap maju. Karena hanya orang yang penuh harapanlah yang bisa tak terbendung oleh apa pun.
Percayalah, dunia ini selalu menyimpan kehangatan yang tak terduga, menunggu kita di suatu tempat.
Mungkin itu hadir berupa sekumpulan teman yang sehati. Mungkin hadir dalam bentuk cinta yang manis dan kuat. Atau mungkin hanya sebuah malam yang tenang, milik kita sepenuhnya, tanpa beban.
Hal-hal kecil yang tampak biasa itulah yang sebenarnya membuat kita mampu menembus duri, melewati badai, dan terus melangkah menuju pemandangan yang lebih indah.
Jadi kalau kamu merasa tak sanggup lagi… bertahanlah sedikit saja. Selangkah lagi, kamu mungkin sedang menuju titik balik.
Hidup memang tidak selalu baik, tapi juga tidak seburuk yang kita bayangkan. Ketika keadaan sudah benar-benar sampai titik terendah, dia pasti berputar naik.
Jangan takut. Kita memang tidak mungkin memiliki segalanya, tetapi kita juga tidak akan benar-benar kehilangan semuanya.
Apa pun yang terjadi kemarin—baik atau buruk—semua sudah berlalu.
Kemarin seindah apa pun, kita tak perlu terpaku. Kemarin seburuk apa pun, kita juga tak perlu terus bersedih.
Jangan terus tinggal dalam bayang-bayang masa lalu. Bagaimanapun juga, matahari kemarin tidak akan bisa mengeringkan pakaian hari ini.
Berdamailah dengan apa yang sudah lewat. Sambut hari esok dengan hati yang terang.
Hiduplah dengan baik, satu hari pada satu waktu.
Kalau hidup terasa terlalu menekan, istirahatlah sejenak. Kalau akhir-akhir ini kamu sangat lelah, beri tubuh dan pikiranmu waktu untuk rileks. Kalau hubungan sedang bermasalah, pikirkan bagaimana menyelesaikannya dengan tenang.
Selama hati kita berada dalam kondisi baik, apa pun masalah yang muncul sebenarnya masih bisa dihadapi.
Jangan pesimis. Hadapilah semuanya dengan optimis.
Ada satu kalimat indah: “Jika kamu menangis karena kehilangan bulan, kamu juga akan melewatkan bintang-bintang.”
Terimalah ujian yang diberikan hidup. Terimalah bahwa hidup dan diri kita tidak sempurna. Jika ada kondisi yang bisa diubah, ubahlah ke arah yang lebih baik. Jika ada yang tidak bisa diterima dan tidak bisa diubah, lepaskan. Beri dirimu ruang untuk pergi, untuk beristirahat, untuk memaafkan diri sendiri.
Dan di kota asing mana pun kamu berada, semoga kamu bisa merawat diri dengan baik. Segalanya pasti akan membaik. Percayalah.(jhn/yn)


