EtIndonesia. Setidaknya tiga orang tewas setelah kelompok bersenjata menyerang markas besar pasukan paramiliter Pakistan di Peshawar pada hari Senin (24/11). Kompleks pertahanan, markas besar pasukan paramiliter kepolisian perbatasan, juga diserang oleh dua pelaku bom bunuh diri, lapor kantor berita Reuters, mengutip beberapa sumber.
Sumber mengatakan pelaku bom bunuh diri pertama melancarkan serangan di pintu masuk utama markas, sementara pelaku lainnya memasuki kompleks.
“Petugas penegak hukum, termasuk Tentara dan Polisi, telah menutup area tersebut dan menangani situasi dengan hati-hati, karena kami menduga ada beberapa teroris di dalam markas,” kata seorang pejabat senior kepada Reuters yang tidak disebutkan namanya.
Peshawar FC HQ under attack:
— War & Gore (@Goreunit) November 24, 2025
Following two blasts, firing continues,
Ambulances are reaching the hq. https://t.co/4WBk4BC0ci pic.twitter.com/Sab4KHWtQe
Markas besar pasukan tersebut terletak di area yang ramai, dekat dengan barak militer.
Warga setempat di daerah tersebut mengatakan kepada kantor berita bahwa jalan menuju fasilitas pertahanan telah ditutup untuk lalu lintas dan ditutup oleh Tentara, Polisi, dan personel (keamanan).
Tak lama setelah serangan, beberapa video juga mulai beredar di media sosial, mengklaim bahwa ledakan terdengar di FC Chowk Main Sadar.
Video-video tersebut juga menunjukkan petugas keamanan terlibat dalam pertempuran dengan para teroris di dekat fasilitas tersebut. video-video tersebut belum dapat diverifikasi keaslian secara independen.
Awal tahun ini, setidaknya sepuluh orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan teror serupa ketika sebuah bom mobil meledak di luar markas paramiliter di Quetta.(yn)


