EtIndonesia. Sejak akhir Oktober 2025, wilayah Vietnam tengah dan selatan terus diguyur hujan deras. Banjir besar dan tanah longsor menyebabkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 90 orang, sementara 12 lainnya masih hilang. Kerugian ekonomi diperkirakan mendekati 9,035 triliun dong Vietnam (sekitar Rp 5,718 Triliun)
Pihak berwenang menyatakan bahwa di Provinsi Khanh Hoa, banjir hebat pekan lalu menghanyutkan dua jembatan gantung, menyebabkan banyak keluarga terisolasi.
Departemen Lingkungan Hidup Vietnam melaporkan bahwa hingga Minggu (23 November), sejumlah ruas jalan nasional masih belum bisa dilalui akibat banjir dan tanah longsor, dan sebagian jalur kereta api juga masih terhenti.

Pekan lalu, pemadaman listrik berdampak pada lebih dari satu juta orang. Hingga kini lebih dari 129.000 rumah masih belum mendapatkan listrik kembali.
Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Provinsi Dak Lak, yang menjadi pusat bencana, dengan total 63 orang tewas dan 8 orang hilang.

Badan meteorologi memprediksi hujan deras masih akan berlangsung. Pada 23–25 November, wilayah Thua Thien–Hue, Da Nang, dan bagian timur Provinsi Quang Ngai diperkirakan akan mengalami curah hujan ekstrem antara 60 hingga 120 mm, bahkan beberapa lokasi dapat melebihi 250 mm. Meski permukaan air di daerah aliran sungai Dak Lak, Khanh Hoa, dan Dong Nai mulai menurun, status siaga banjir masih tetap tinggi.
Pada puncak bencana, sebanyak 185.733 rumah mengalami banjir, dengan sekitar 150.000 rumah berada di Dak Lak. Meskipun air kini mulai surut dan sekitar 50.000 rumah sudah tidak tergenang, kerusakan pada rumah masih sangat serius.
Lahan pertanian yang terdampak mencapai 80.825 hektare, sementara tanaman tahunan yang rusak mencapai 117.067 hektare. Lebih dari 3,23 juta hewan ternak dan unggas mati atau terseret banjir. Sektor perikanan juga mengalami kerugian pada 1.157 hektare tambak dan keramba, terutama di Dak Lak dan Khanh Hoa yang mengalami kerusakan terparah.
Jaringan transportasi di Vietnam tengah juga lumpuh. Jalan Nasional 1 masih memiliki 12 titik yang terputus akibat tanah longsor atau banjir dalam. Enam jalur kereta api tetap tidak beroperasi. Lebih dari 1,17 juta pelanggan mengalami pemadaman listrik, dan sekitar 258.000 rumah masih belum tersambung kembali.
Menurut data dari Biro Statistik Nasional Vietnam, dari Januari hingga Oktober tahun ini, bencana alam telah menyebabkan 279 orang meninggal atau hilang dengan total kerugian ekonomi melebihi 2 miliar dolar AS. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


