EtIndonesia. Para pakar dari Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) telah mengungkap struktur, komponen, dan basis elemen drone Shahed-107 Iran, yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Drone baru ini pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran pada bulan Juni tahun ini di tengah eskalasi konflik Iran-Israel.
Shahed-107 adalah kendaraan udara nirawak bersayap tinggi dengan lebar sayap 3 meter dan ekor berbentuk X yang berfungsi sebagai stabilisasi. Bodinya terbuat dari serat karbon, dan elemen strukturalnya terbuat dari aluminium.
Desain Drone
Model yang diteliti dilengkapi dengan hulu ledak fragmentasi kumulatif seberat 15 kg, yang memiliki karakteristik serupa dengan hulu ledak Shahed Iran lainnya. Mesin penggeraknya adalah mesin bensin dua langkah DLE 111 buatan Tiongkok.
Mesin berkapasitas kecil serupa telah berulang kali ditemukan dalam desain drone Rusia Gerbera, BM-35, Parodia, dan Delta.
Dengan kapasitas tangki bahan bakar 28 liter, Shahed-107 memiliki jangkauan sekitar 300 km.
Sistem navigasinya didasarkan pada sistem navigasi inersia, mirip dengan Sadra, yang menyediakan blok pelindung terhadap interferensi, dan dilengkapi antena empat elemen tahan derau. Pengendali penerbangan menjalankan kendali penerbangan.
HUR telah mengungkap desain drone Shahed-107 yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina.
Komponen untuk pembuatan drone.
Geografi basis komponen elektronik drone ini merupakan ciri khas pengembangan Iran dan Rusia: AS, Swiss, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Belanda, dan Irlandia.
“Kemunculan Shahed-107 di Rusia dan penggunaannya terhadap Ukraina merupakan bukti lebih lanjut dari kerja sama yang semakin erat antara Teheran dan Moskow. Senjata-senjata Iran terus menjalani uji coba tempur di tanah Ukraina,” tambah HUR.
Sebelumnya, HUR melaporkan 68 komponen baru yang ditemukan dalam rudal dan drone Rusia yang digunakan Rusia untuk menyerang fasilitas energi Ukraina.
Turbojet Shahed Rusia mengandung komponen dari AS, Tiongkok, Swiss, dan negara-negara lain.(yn)


