Hidup Adalah Puzzle, Bukan Cetak Biru

EtIndonesia. Setiap tahun, Universitas Kaohsiung University of Hospitality & Tourism mengadakan kuliah khusus “Master of Hospitality”. Tahun ini, para mahasiswa berharap bisa mengundang Bai Chong-Liang, Chairman Ogilvy Advertising. Melalui seorang teman, saya menghubungi beliau, dan dia pun menyanggupi undangan itu.

Ketika Bai Chong-Liang bertanya: “Apa tema yang harus saya bawakan?”, saya menjawab, “Anak muda zaman sekarang tumbuh di ‘generasi tragis’. Semoga Anda bisa membahas pandangan kerja anak muda di generasi ini.”

Melihat judul itu, dia jelas terkejut. Setelah berdiskusi, akhirnya tema kuliah berubah menjadi: “Perjalanan Kerja Ajaib Si Anak PAI.”

Awal Karier yang Tak Terduga

Pekerjaan pertama Bai Chong-Liang setelah lulus adalah menjadi asisten khusus direktur utama di sebuah perusahaan kimia. Asisten sebelumnya berkata: “Pekerjaan ini membosankan kok—sekadar mengantar dokumen, membuat notulen rapat, dan mengurus surat-menyurat.”

Awalnya dia juga merasa pekerjaan itu memang tidak menarik dan bukan untuknya.

Namun suatu hari dia berubah cara pandang:  Toh tak ada yang melarang saya membaca isi dokumen-dokumen ini.

Maka dia mulai membaca setiap berkas dengan saksama, memahami semua dinamika besar-kecil di dalam perusahaan yang cukup besar itu. Dia bahkan mencoba menebak bagaimana pimpinan akan memberi disposisi atas dokumen tersebut. Bila hasilnya berbeda dari tebakan, dia akan memikirkan alasannya.

Dari sanalah dia belajar melihat sesuatu dari sudut pandang pimpinan—melihat hal-hal yang sebelumnya tidak dia perhatikan.

Akhirnya, justru dialah orang yang paling memahami perusahaan, meski bukan seorang manajer. Dia belajar bagaimana melihat perusahaan dari perspektif eksekutif. Pengalaman itu membuat wawasannya terbuka lebar.

“Hidup adalah Puzzle, Bukan Cetak Biru”

Menurut Bai Chong-Liang, hidup tidak pernah memberi kita sebuah jalan tol yang sudah digambar rapi. Tidak ada cetak biru sempurna yang bisa kita ikuti sejak awal.

Hidup adalah rangkaian potongan puzzle—kita belajar sambil berjalan, melihat dunia sambil mencicipi pengalaman. Tidak semua potongan harus disimpan. Tapi dengan mengumpulkan potongan yang sesuai, perlahan kita dapat membentuk gambar besar versi diri sendiri.

Perjalanan hidupnya sendiri membuktikan hal itu: Dia belajar teknik, lalu beralih ke manajemen, dan akhirnya menjadi Ketua Ogilvy Advertising. Belokannya tajam, jalurnya berubah-ubah—karena itu dia yakin bahwa hidup bukanlah sebuah blueprint.

Tidak ada yang benar-benar bisa merancang masa depannya sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah menggunakan setiap pengalaman untuk mengenal diri sendiri:

  • apa yang kita mau,
  • apa yang tidak kita mau,
  • apa yang perlu disimpan,
  • apa yang sebaiknya dilepaskan.

Bahkan pengalaman buruk pun tetap dapat memberikan nilai—asal tahu bagaimana menyaring hal-hal yang berguna darinya.

Tidak Ada Pekerjaan yang Rendah

Baginya, tidak ada pekerjaan yang patut diremehkan. Menjadi seorang asisten kecil di awal karier justru memberinya kesempatan belajar memandang perusahaan dari ketinggian direktur utama.

Pengalaman itulah yang memperluas pandangannya dan menjadi landasan penting dalam perjalanan kariernya hingga hari ini.

Yang terpenting adalah: menemukan diri sendiri, mengenali diri sendiri, dan membiarkan proses belajar membuka jalan baru.

Seiring bertambahnya pengalaman, semua ilmu dan kebijaksanaan yang kita kumpulkan tidak akan pernah sia-sia. Semuanya akan menjadi bagian dari diri kita di masa depan.

Dan suatu hari, ketika kita menoleh ke belakang, barulah kita menyadari:

Ternyata benar — hidup ini adalah puzzle, bukan cetak biru. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine