Kendalikan Hidupmu, Cukup Lakukan Tiga Hal Ini

EtIndonesia. John Lennon pernah berkata: “Saat kita sibuk mati-matian mengejar hidup, justru hidup itu sendiri sudah meninggalkan kita.”

Setiap orang berharap hidup memperlakukan dirinya dengan lembut, tapi kenyataannya hidup sering kali menguji kita—datang dengan kecemasan, beban pikiran, dan masalah yang tak pernah selesai. Satu masalah teratasi, masalah lain muncul. Kita kewalahan, merasa tak sanggup, dan itulah kenyataan sebagian besar hidup manusia.

Hidup memang tidak mudah.  Dan setiap orang punya “tidak mudah”-nya masing-masing.

Sering kali kita hanya mengikuti arus, menjalani hidup secara pasif, sibuk mengatasi satu per satu urusan tanpa benar-benar mengendalikan hidup kita sendiri. Padahal setiap orang tentu ingin menjadi tuan bagi hidupnya, bukan sekadar bertahan hidup.

Jika ingin benar-benar memegang kendali, cukup lakukan tiga hal berikut—dan kita akan meninggalkan sekadar “bertahan hidup” dan mulai benar-benar “menjalani hidup”.

1. Tentukan Arah — Miliki Tujuan yang Jelas

Ada sebuah kalimat dalam Talmud:  “Jika sebuah kapal tidak tahu ke pelabuhan mana dia akan berlayar, maka angin dari arah mana pun tak akan menjadi angin yang menguntungkan.”

Di tengah lautan luas, kapal butuh mercusuar agar tidak tersesat. Dalam perjalanan hidup, kita membutuhkan tujuan—agar tahu ke mana harus melangkah, apa yang harus diperjuangkan, dan apa yang harus dilepaskan.

Penulis Amerika Og Mandino bilang: “Sebuah benih dapat melahirkan seluruh hutan.”

Begitu pula tujuan hidup: dia memberi arah, memberi harapan, dan membangkitkan kekuatan yang bahkan tidak kita sadari sebelumnya.

Ada kisah nyata saat gempa besar Tangshan 43 tahun lalu. Sepasang suami istri terjebak di bawah reruntuhan. Kaget, lapar, dan hampir putus asa. Sang suami meraba dan menemukan sebuah pisau dapur. Dia mulai memotongi beton di sekitar mereka—padahal pisau itu bahkan tak mampu menembusnya.

Namun suara “ting… ting…” dari pisau itu membuat sang istri merasakan harapan: suaminya sedang berusaha membuka jalan keluar.

Tiga hari kemudian, mereka diselamatkan. Suami itu sebenarnya tahu usahanya nyaris mustahil, tetapi dia tetap mengatakan: “Sedikit lagi, kita pasti keluar.”

Yang membuat mereka bertahan hidup adalah: tujuan.

2. Buat Rencana — Hidup Perlu Peta, Bukan Sekadar Keinginan

Dalam film The Shawshank Redemption, Andy berkata:  “Ada orang yang sibuk menunggu mati, ada yang sibuk memperjuangkan hidup.”

Andy dipenjara atas tuduhan salah. Selama 20 tahun, dia menyusun rencana pelarian yang sangat detail—dari mengukir dinding, hingga menciptakan identitas baru di luar penjara. Hasilnya? Dia bebas dan hidup sebagai orang kaya.

Intinya: perencanaan.

Tanpa rencana, hidup hanya mengalir tanpa arah. Dengan rencana, kita tahu:

  • kita sedang berada di mana
  • kita ingin menuju ke mana
  • langkah apa yang harus diambil saat ini

Hidangan diselesaikan satu suap demi satu suap. Perjalanan ditempuh langkah demi langkah. Wajah masa depan kita selalu tersembunyi dalam kebiasaan kita hari ini.

Mulailah menyusun rencana hidupmu—meski sederhana. Setelah itu, jalani sedikit demi sedikit. Dengan begitu, perlahan kita mulai mengendalikan hidup.

3. Bergerak — Tanpa Aksi, Segalanya Hanya Angan-angan

Kita sering mendapat “ide cemerlang” di malam hari. Kita merasa besok akan berubah total. Tapi ketika pagi tiba, semuanya hilang. Kita kembali berjejalan di bus atau MRT, kembali menjalani hari yang sama.

Tujuan yang indah dan rencana yang matang tetap tidak berarti jika tidak ada tindakan.

Penyair Wang Guozhen pernah berkata: “Tidak ada gunung yang lebih tinggi dari manusia; tidak ada jalan yang lebih panjang dari kaki manusia.”

Kalau kita bergerak—peluang muncul. Jika tidak bergerak—kita hanya ‘berfantasi’.

Dan meski kita bergerak ke arah yang salah, itu tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Ada yang berkata: “Kamu adalah bola salju kecil. Kamu mungkin bingung harus menggelinding ke mana. Maka gelindinglah dulu—karena di mana pun penuh salju, kamu akan tetap bertambah besar.”

Saat menjadi bola yang besar, barulah arah menjadi jelas. Dan ketika sudah besar, menggelinding ke tempat yang kamu inginkan pun akan lebih cepat.

Jadi, bergeraklah. Mulai sekarang. Kalau kamu sungguh ingin melakukan sesuatu, dunia akan membuka jalan.

Akhir Kata

  • Tujuan yang jelas 
  • Rencana yang tepat

Tindakan yang konsisten  = Hidup yang benar-benar kamu kendalikan.

Hari demi hari, kita akan berjalan di jalan yang membuat kita semakin kuat. Dengan setiap langkah, kita mengumpulkan keberanian, kemampuan, dan keyakinan.  Pada akhirnya, hidup pun akan tersenyum lembut pada kita—dan memperlakukan kita dengan lebih ramah.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine