EtIndonesia. Informasi yang disebarkan oleh media Rusia tentang kedatangan pasukan Korea Utara ke arah Zaporizhzhia belum terkonfirmasi, ungkap Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi.
“Hingga pukul 09 : 00, klaim Rusia tentang keberadaan tentara DPRK di arah Zaporizhzhia belum terkonfirmasi,” tulis Kovalenko.
Latar Belakang
Sebelumnya, media Rusia mulai menyebarkan laporan secara besar-besaran yang mengatakan bahwa pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke arah Huliaipole setelah dua bulan pelatihan di area pelatihan militer Rusia.
Tidak disebutkan jumlah tentara, juga tidak ada foto atau bukti video yang diberikan.
Propaganda Rusia juga menyebarkan disinformasi tentang pengepungan unit Ukraina di arah Huliaipole dan dugaan keberadaan pasukan penghalang yang menghalangi penarikan Pasukan Pertahanan. Pada 21 November, klaim ini secara resmi dibantah oleh militer Ukraina.
Kerja Sama Rusia–Korea Utara
Sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia, Korea Utara telah menjadi salah satu sekutu utama Kremlin, mengirimkan amunisi, senjata, dan personel.
Pada awal November, dilaporkan bahwa sekitar 10.000 tentara Korea Utara saat ini ditempatkan di dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina, menjalankan tugas keamanan.
Menurut intelijen Korea Selatan, dari 10.000 tentara tersebut, lebih dari 1.000 insinyur Korea Utara telah terlibat dalam operasi penjinakan ranjau di wilayah perbatasan.
Selain itu, Pyongyang telah mengirimkan sekitar 5.000 warga negaranya lagi, yang telah tiba di Rusia sejak September. Mereka diharapkan akan digunakan untuk membantu membangun kembali infrastruktur di wilayah pendudukan.
Pada Juni 2024, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menandatangani perjanjian kemitraan strategis di Pyongyang.(yn)


