EtIndonesia. Beberapa waktu terakhir, pemerintahan Donald Trump menggunakan seluruh kekuatan nasional Amerika Serikat untuk memberantas penyelundupan narkoba. Pada Senin (24 November), empat pejabat AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Washington mungkin akan meluncurkan putaran baru operasi terhadap Venezuela.
Dengan meningkatnya pengerahan militer AS di kawasan Karibia, kekuasaan rezim Nicolás Maduro kini berada dalam kondisi yang semakin rapuh. Selain itu, FAA memperingatkan maskapai bahwa terbang di atas wilayah udara Venezuela berpotensi berbahaya, sehingga sejumlah perusahaan membatalkan penerbangan mereka.
Menurut Reuters, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan pada 22 November bahwa Presiden Trump bersiap menggunakan seluruh kekuatan Amerika Serikat untuk menghentikan masuknya narkoba ke dalam negeri dan membawa para pelaku ke pengadilan. Ia menegaskan bahwa semua opsi terhadap rezim Maduro sedang dipertimbangkan. Pejabat lain menambahkan bahwa pemerintah AS bahkan mungkin sedang mempertimbangkan penggulingan Maduro.
Pengerahan militer AS di Laut Karibia telah berlangsung selama beberapa bulan. Presiden Trump juga telah mengizinkan CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela.
Pada 21 November, FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) memperingatkan maskapai utama Amerika tentang “potensi bahaya” saat terbang melintasi wilayah udara Venezuela. Akibatnya, tiga maskapai internasional membatalkan penerbangan dari Venezuela pada Sabtu.
Pada Senin 24 November, pemerintahan Trump memasukkan kartel de los Soles ke dalam daftar organisasi teroris asing, dengan tuduhan kelompok tersebut menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat. Pemerintah AS menuduh bahwa Maduro adalah pemimpin kartel tersebut, namun Maduro membantah keras.
Presiden Trump menyatakan bahwa penetapan tersebut memungkinkan AS menyerang aset dan infrastruktur milik Maduro di Venezuela, walaupun ia juga mengatakan bahwa penyelesaian melalui negosiasi tetap memungkinkan.
Sejak September, militer AS telah melakukan setidaknya 21 operasi militer terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di Karibia dan Pasifik, menewaskan 83 pengedar narkoba.
Organisasi-organisasi hak asasi manusia mengecam operasi-operasi tersebut sebagai tindakan ilegal, dan sejumlah sekutu AS pun menyatakan keprihatinan.
Belakangan ini, enam senator Demokrat termasuk Mark Kelly—mantan prajurit militer AS—membuat sebuah video yang mendorong para anggota militer AS untuk menolak menjalankan perintah presiden yang dianggap ilegal.
Menanggapi hal tersebut, Pentagon menyatakan sedang menyelidiki apakah Kelly dan lainnya telah melanggar hukum militer. Pentagon menilai bahwa ucapan Kelly dalam video tersebut “secara serius mengganggu loyalitas, moral, dan disiplin angkatan bersenjata”, dan ia mungkin menghadapi pengadilan militer atau bentuk hukuman lain sesuai hukum federal. (Hui/asr)
Laporan oleh Liu Jiajia, New Tang Dynasty Television (NTD)


