Cerita Pendek Inspiratif — Kisah Psikologis yang Sarat Makna

1 Keahlian Mendengar

Dahulu kala, seorang utusan dari sebuah suku Mongolia datang ke Tiongkok membawa persembahan untuk kaisar: tiga patung manusia dari emas, bentuknya sama persis, berkilauan dan indah. Kaisar sangat senang.

Namun sang utusan mengajukan teka-teki: “Dari ketiga manusia emas ini, yang mana paling berharga?”

Kaisar memanggil pandai emas terbaik di negeri itu—mereka menimbang, memeriksa ukiran, meneliti setiap detail.

Hasilnya: semuanya sama, tidak ada perbedaan.

Kaisar bingung, utusan menunggu jawaban. Sebagai negara besar, tentu tidak boleh menjawab sembarangan. Akhirnya seorang menteri tua yang sudah pensiun berkata dia tahu caranya.

Di hadapan utusan, sang menteri mengambil tiga helai jerami, lalu memasukkannya ke telinga masing-masing patung emas.

  • Pada patung pertama, jerami masuk dari satu telinga dan keluar dari telinga satunya.
  • Pada patung kedua, jerami masuk dari telinga dan keluar lewat mulut.
  • Pada patung ketiga, jerami masuk… lalu menghilang di dalam, tidak keluar dari mana pun.

Sang menteri berkata: “Yang ketiga adalah yang paling berharga.”

Utusan itu diam—jawabannya benar.

Pesan cerita:  Orang yang paling berharga bukanlah yang paling pandai berbicara, tetapi yang mau mendengarkan.

Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut untuk sebuah alasan: → lebih banyak mendengar, lebih sedikit bicara.  Kemampuan mendengarkan adalah tanda kedewasaan.

Jangan Hanya Melihat Gelasnya

Beberapa alumni berkunjung ke rumah dosen mereka. Ketika sang dosen bertanya, “Bagaimana hidup kalian sekarang?”, semua mulai mengeluh:

  • pekerjaan penuh tekanan,
  • hidup makin sulit,
  • bisnis tidak berjalan lancar,
  • karier mandek…

Setiap orang merasa hidupnya paling berat.

Sang dosen tersenyum, lalu membawa banyak gelas dan meletakkannya di meja: ada yang porselen, ada yang kaca, ada yang plastik—ada yang mewah, ada pula yang sederhana.

Dia berkata : “Kalian muridku, jadi anggap saja rumah sendiri. Silakan ambil gelas yang kalian suka dan isi dengan air.”

Masing-masing langsung memilih gelas yang paling indah dan unik. Tidak ada yang mengambil gelas plastik.

Setelah semua memegang segelas air, sang dosen berkata: “Perhatikan, kalian semua memilih gelas yang paling bagus, dan meninggalkan gelas yang sederhana.”

Itu adalah hal yang lumrah.

Dosen itu melanjutkan: “Inilah sumber semua kegelisahan kalian. Yang kalian butuhkan adalah air, bukan gelas. Dalam hidup, air itu adalah kebahagiaan, sedangkan gelas adalah jabatan, uang, status, penampilan.”

“Indah tidaknya gelas tidak mengubah rasa air. Jika kalian terlalu fokus pada gelas, bagaimana kalian bisa menikmati airnya?”

3 Sang Maestro Akting

Seorang maestro akting bersiap naik panggung. Seorang muridnya berbisik: “Guru, tali sepatu Anda terlepas.”

Maestro mengangguk, berterima kasih, lalu berjongkok untuk mengikatnya. Saat murid itu pergi, maestro kembali berjongkok… dan melepaskan kembali tali sepatunya.

Seorang yang melihat kejadian itu kebingungan: “Mengapa Anda mengikatnya, lalu melepasnya lagi?”

Maestro tersenyum: “Karena di atas panggung saya berperan sebagai seorang pengembara yang kelelahan. Perjalanan panjang membuat tali sepatu tokoh itu longgar. Detail ini membantu menunjukkan kelelahan dan perjuangannya.”

“Lalu kenapa Anda tidak menjelaskan hal itu kepada murid Anda?”

Maestro menjawab:“Karena dia sudah menunjukkan perhatian dan ketelitian. Tugas saya adalah menjaga semangat baik itu, bukan mematahkan rasa antusiasnya. Untuk menjelaskan teknik akting, akan ada waktunya nanti.”

Pesan cerita:  Seseorang tidak bisa melakukan segalanya sekaligus. Yang hebat adalah mereka yang tahu memilih prioritas.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine