Kamu Tidak Berusaha, Lalu Mengapa Orang Lain Harus Bersikap “Adil” Padamu?

EtIndonesia. Beginilah realitas hidup: Kalau kamu tidak berusaha, jangan berharap dunia akan memperlakukanmu dengan adil. Dalam hal kecil maupun besar, ketidakadilan akan selalu terasa. Hanya ketika kamu berusaha, punya sumber daya, punya kekuatan untuk bersuara,  barulah kamu memiliki kesempatan untuk memperjuangkan keadilan untuk diri sendiri.

5 Hal yang Harus Kamu Pahami Lebih Dulu

1. Seberapa besar hatimu, sejauh itu pula kamu bisa melangkah. Jika kamu terus berlari—meski pelan sekalipun—  kamu akan sampai pada jarak yang tak pernah kamu bayangkan.

2. Kecintaan dan fokus pada pekerjaan lebih berarti daripada ijazah. Pendidikan itu penting. Tapi minat, fokus, dan kecintaan terhadap sesuatu, nilainya berkali lipat lebih besar.

3. Kebiasaan buruk adalah musuh utama kehidupan.Begitu hidup terasa “biasa saja”,  kita akan kehilangan kemampuan menikmati keindahan hidup.

4. Jika kamu merasa dipaksa mengerjakan sesuatu, jangan buru-buru kesal atau kecewa. Bisa jadi, itu justru akan menjelma menjadi keuntunganmu di masa depan.

5. Kamu tidak berusaha, orang lain tidak akan adil padamu. Dunia ini tidak pernah adil dengan sendirinya. Kamu harus berjuang untuk memperoleh porsi keadilanmu.

Dua Kesalahan Besar tentang “Masa Depan”

Setiap orang punya harapan tentang masa depan—karier, prestasi, kebahagiaan.

Tetapi ada dua kesalahan fatal yang sering dilakukan:

  1. Menganggap diri sendiri tidak akan punya pencapaian.
  2. Menganggap orang lain tidak akan punya pencapaian.

Kesalahan 1:Merasa diri ini tidak akan sukses seumur hidup

Saya pernah melakukan kesalahan ini saat masih sekolah. Saya pikir diri saya tidak akan menjadi siapa-siapa:

  • Orangtua hanya pekerja biasa
  • Saya merasa tidak menarik
  • Saya merasa tidak punya kelebihan

Semakin dipikir, semakin gelap rasanya. Bahkan saya sampai jatuh sakit karena stres.

Tapi begitulah hidup…

Selama kamu terus berlari, kamu akan melihat jalan baru.

Kamu tidak bisa memilih siapa orang tuamu. Tapi kamu bisa memilih ke mana kaki ini melangkah.

Saya percaya kalau saya bisa berjuang masuk universitas negeri, saya juga bisa melangkah lebih tinggi setelahnya.

Saya percaya—maka saya berusaha. Saya berusaha—maka saya berhasil.

Yang Lebih Penting daripada Ijazah: Antusiasme dan Fokus pada Apa yang Kamu Kerjakan

Ada mahasiswa bertanya: “Pak, kampus saya cuma kampus swasta biasa. Masa depan saya masih bisa bagus?”

Lihatlah para pengusaha besar:  banyak di antara mereka bahkan tidak lulus kuliah.

Mengapa mereka sukses?

Karena mereka punya:

  • Fokus
  • Kecintaan pada pekerjaan
  • Ketekunan
  • Kemauan untuk belajar

Itulah yang lebih penting dari nama universitas.

Daripada Mengeluh Tidak Adil, Lebih Baik Berjuang Mendapatkan Keadilan

Ada yang berkata: “Teman saya anak orang kaya, saya hanya anak dari keluarga penuh utang. Dia pakai laptop baru, saya pakai laptop 10 tahun. Dia punya iPhone, saya punya HP jadul.”

Tapi… mengeluh tidak akan membuat dunia lebih adil.

Karena dunia memang tidak adil.

  • Kamu tidak berusaha → tidak ada yang peduli
  • Kamu berusaha → kamu punya peluang
  • Kamu berhasil → kamu punya suara

Baru setelah itu, kamu mulai bisa memperjuangkan “keadilan” versimu.

Kesalahan 2:Menganggap orang lain tidak akan sukses

Jika kamu meremehkan teman yang nilainya jelek, suatu hari kamu bisa kehilangan seorang partner bisnis yang berpotensi luar biasa.

Sebuah penelitian pernah dilakukan:  dibandingkan murid peringkat 1–5, murid peringkat terbawah setelah 20 tahun ternyata:banyak yang jadi pengusaha besar, politisi, atau tokoh sukses.

Sukses bukan hanya milik mereka yang paling pintar di kelas.

Sukses milik mereka yang:

  • Percaya diri
  • Berani bermimpi
  • Berani berusaha
  • Tidak berhenti melangkah

Siapa yang Akan Berhasil?

Jawabannya sederhana: Orang yang benar-benar percaya bahwa dirinya akan berhasil. Keyakinan itu menentukan langkah, menentukan mental, menentukan jarak tempuh. Seberapa besar hatimu → sejauh itu kamu bisa melangkah.

Sukses Milik Mereka yang Tidak Berhenti Berusaha

Hidup adalah marathon. Di usia 20, kamu belum apa-apa. Perjalanannya masih sangat panjang.

Yang terpenting:

  • fokus
  • konsisten
  • tahan banting
  • punya tujuan
  • terus bergerak

Selisihmu dengan orang lain hari ini tidak penting. Yang penting adalah arah yang kamu ambil mulai hari ini.

Berlarilah perlahan tapi pasti. Lakukan yang terbaik setiap hari. Akhirnya, kamu akan melihat hidupmu bersinar.(jhn/yn0

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine