Pertemuan puncak G20 di Afrika telah berakhir. Selama acara tersebut, Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengadakan pertemuan dan sepakat untuk kembali melanjutkan pembicaraan dagang kedua negara. Carney juga menyatakan bahwa Kanada harus mengurangi ketergantungannya pada rezim Partai Komunis Tiongkok
EtIndonesia. Setelah KTT G20, Kanada dan India resmi memulai kembali Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), menghidupkan kembali perundingan dagang bilateral yang mandek selama dua tahun terakhir.
Perjanjian ini mencakup berbagai bidang, termasuk barang, jasa, investasi, produk pertanian, perdagangan digital, mobilitas tenaga kerja, serta pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kanada mengatakan bahwa perjanjian tersebut dapat membantu melipatgandakan volume perdagangan bilateral hingga 70 miliar dolar Kanada pada tahun 2030.
Perdana Menteri India Narendra Modi dalam unggahan di platform X menyatakan keyakinannya terhadap kerja sama India–Kanada dalam bidang perdagangan dan investasi. Ia juga menyebut bahwa Dana Pensiun Kanada menunjukkan minat besar dalam berinvestasi pada perusahaan-perusahaan India.
Di sisi lain, PM Kanada Carney mengatakan bahwa membangun kembali hubungan kerja sama dengan India dapat membantu Kanada mendiversifikasi pasokan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungannya pada PKT.
“India adalah salah satu negara pengembang teknologi bersih terkemuka, khususnya dalam energi surya dan angin. Jika kita ingin mendiversifikasi rantai pasokan, India dan Korea Selatan adalah dua peluang paling penting. Karena itu, kerja sama ini sangat berharga,” kata Carney.
Selain itu, Kementerian Urusan Global Kanada sedang memperbarui strategi Indo-Pasifik tahun 2022. Kebijakan baru akan berfokus pada peningkatan perdagangan di kawasan, mendukung target Carney untuk menggandakan ekspor non-AS dalam sepuluh tahun ke depan. (Hui)
Laporan gabungan oleh wartawan magang NTD, Xiao Chang dari Kanada


