Partai Komunis Tiongkok Gelontorkan Triliunan Dolar AS untuk Menyusup ke Industri Negara-negara Lain — Laporan Ungkap Motif di Baliknya

Sebuah laporan hasil penelitian selama tiga tahun baru-baru ini mengungkap bahwa dalam lebih dari dua dekade terakhir, Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menanamkan investasi luar negeri hingga 2,2 triliun dolar AS (± Rp 36,6 kuadriliun). Sasaran utama pinjaman tersebut juga telah berubah: dari negara-negara miskin bergeser ke negara-negara maju di Eropa dan Amerika. 

Fokus investasinya adalah industri mineral strategis, infrastruktur penting, dan teknologi tinggi, yaitu sektor-sektor yang sensitif bagi keamanan nasional. Di antaranya, 200 miliar dolar mengalir ke Amerika Serikat. Laporan tersebut menegaskan bahwa investasi PKT di negara maju bertujuan meningkatkan daya saing strategis serta mendukung ambisi hegemoni global.

EtIndonesia. Lembaga riset AidData, yang berada di bawah College of William & Mary (salah satu universitas tertua di AS), pada 18 November merilis laporan setebal 449 halaman yang menganalisis secara menyeluruh skala dan tujuan pinjaman luar negeri Partai Komunis Tiongkok  dari tahun 2000–2023.

Laporan ini berjudul “Tracking China: Understanding How Beijing’s Global Lending Rules Work” (Melacak Tiongkok: Memahami Bagaimana Aturan Pinjaman Global Beijing Bekerja).

Penelitian menemukan bahwa dalam 24 tahun tersebut, PKT telah memberikan pinjaman dan hibah senilai 2,2 triliun dolar AS kepada lebih dari 200 negara.

Sebelumnya, 88% dari total pinjaman PKT mengalir ke negara-negara berpendapatan menengah ke bawah. Namun, angkanya turun drastis hingga hanya 24%. Sebaliknya, porsi pinjaman ke negara-negara maju melonjak dari 12% menjadi 76%.

Sebanyak 72 negara berpendapatan tinggi menerima sekitar 943 miliar dolar AS pinjaman dari PKT, yang sebagian besar digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur kritis, akuisisi mineral strategis, dan aset teknologi tinggi.

Dari pinjaman lebih dari 900 miliar dolar tersebut, Amerika Serikat menjadi penerima terbesar, yaitu 201,8 miliar dolar AS, mencakup hampir 2.500 proyek yang tersebar di hampir seluruh negara bagian.

“Tujuan utama bantuan dan kredit yang diberikan (PKT) telah beralih untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan keamanan nasionalnya,” ujar salah satu penulis laporan, Brooke Escobar. 

AidData menemukan bahwa sejak program “Made in China 2025” diluncurkan, porsi pinjaman lintas negara yang digunakan untuk akuisisi industri “sensitif” melonjak dari 46% menjadi 88%.

Para pakar menilai bahwa demi mempercepat perkembangan teknologi tinggi, PKT akan semakin banyak memberikan pinjaman kepada perusahaan teknologi AS — terutama yang tidak termasuk dalam daftar sanksi teknologi.

AidData menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan milik negara PKT secara aktif membiayai proyek infrastruktur di berbagai wilayah AS, termasuk:

  • proyek LNG (gas alam cair) di Texas dan Louisiana,
  • pusat data di Virginia,
  • proyek pipa gas Matterhorn,
  • serta Dakota Access Pipeline (pipa minyak Dakota).

Perusahaan teknologi AS yang diakuisisi atau dibiayai oleh BUMN Tiongkok mencakup:

  • perusahaan robotika,
  • perusahaan teknologi semikonduktor Silicon Labs,
  • perusahaan ilmu hayat Complete Genomics,
  • serta produsen semikonduktor OmniVision Technologies.

Selain itu, lembaga kredit milik negara PKT juga memberikan pembiayaan kepada banyak perusahaan besar AS, termasuk beberapa perusahaan anggota Fortune 500, seperti: Amazon, AT&T, Verizon, Tesla, General Motors, Ford, Boeing, dan Disney.

Profesor Xie Tian dari Aiken Business School, University of South Carolina, menjelaskan bahwa PKT dapat memperoleh keuntungan lewat investasi resminya sekaligus mendapatkan akses dekat ke teknologi Amerika.

Para analis memperkirakan bahwa langkah berikutnya pemerintah AS akan memperketat pengamanan, termasuk: mencegah PKT membeli lahan di dekat pangkalan militer sensitif, serta membatasi kepemilikan saham PKT di perusahaan AS untuk mencegah PKT mempengaruhi hak suara perusahaan. (Hui)

Laporan oleh Wang Ziyi, New Tang Dynasty Television, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine