Wabah Demam Babi Afrika Pertama dalam 30 Tahun Muncul di Spanyol 1/3 Sertifikat Ekspor Daging Babi Dibekukan

EtIndonesia. Wilayah Catalunya di Spanyol mengkonfirmasi kasus demam babi Afrika pertama dalam 30 tahun terakhir. Pada Sabtu (29 November), demi mengurangi dampak ekonomi, menteri pertanian Spanyol memastikan bahwa sepertiga sertifikat ekspor daging babi telah dibekukan.

Menurut AFP, virus demam babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia, namun sangat menular dan mematikan bagi babi. Wabah tersebut berpotensi menghancurkan industri daging babi Spanyol.

Menteri Pertanian Spanyol, Luis Planas, mengatakan pada tanggal 29 bahwa pemerintah berupaya “semaksimal mungkin” mengurangi dampak ekonomi wabah ini bagi sektor peternakan.

Dalam konferensi pers, ia menekankan bahwa Spanyol merupakan produsen daging babi dan produk turunannya terbesar ketiga di dunia, mengekspor hampir 3 juta ton produk tersebut ke lebih dari 100 negara setiap tahunnya.

Namun Planas juga menegaskan,  “Dari 400 sertifikat ekspor daging babi ke 104 negara, sepertiganya telah dibekukan, dan kami sedang berupaya untuk memulihkan izin ekspor tersebut secepatnya.”

Pemerintah daerah Catalunya telah menetapkan dua lapis zona perlindungan di sekitar area wabah serta membatasi kegiatan luar ruang.

Menurut AFP, demam babi Afrika saat ini juga menyebar di beberapa negara Eropa lainnya, termasuk negara-negara Baltik dan sejumlah negara Eropa Timur. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine