Jumlah Korban Tewas Akibat Kebakaran Hong Kong Menjadi 146 Orang, Antrean  Mempersembahkan Bunga Membentang Sepanjang 1,6 kilometer

Menurut informasi resmi terbaru, hingga pukul 16.00 pada 30 November, jumlah korban tewas dalam kebakaran kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, telah meningkat menjadi 146 orang. Masih ada 100 orang yang hilang, dan pihak berwenang menyatakan angka korban kemungkinan masih akan bertambah. Selain itu, ribuan warga Hong Kong berdatangan untuk meletakkan bunga, dan antrian pelayat sempat memanjang hingga 1,6 kilometer.

EtIndonesia. Pada 30 November 2025, polisi kembali mengeluarkan jenazah dari lokasi tragedi setelah kebakaran mematikan melanda tiga blok bangunan di kompleks tersebut: Hung Shing House (宏盛閣), Hung Kin House (宏建閣), dan Hung Tai House (宏泰閣).  Total ditemukan 18 jenazah pada hari itu. Hingga kini tercatat 146 orang meninggal, 79 orang luka-luka, dan 54 jenazah masih menunggu identifikasi.

Kebakaran besar ini pertama kali terjadi pada 26 November, melanda tujuh gedung apartemen bertingkat tinggi, menciptakan salah satu tragedi paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade.

Polisi mengatakan kondisi di lokasi sangat berbahaya—gelap total, minim cahaya alami, dan petugas bergantung pada lampu kepala untuk pencarian, sehingga memperlambat proses evakuasi. 

Menjelang malam, lebih sulit untuk menerangi seluruh area tanpa ada sudut yang terlewat, sementara beberapa lantai rusak berat dan berisiko runtuh. Karena itu, pencarian diusahakan dilakukan pada jam siang.

Pada 29 November, pejabat Kepolisian Hong Kong, Superintendent Teresa Tsang, menyatakan bahwa dua blok yang paling awal terbakar, yaitu Hung Cheung House (宏昌閣) dan Hung Tai House (宏泰閣), belum dapat dimulai pencariannya. Ia memperkirakan dibutuhkan 3 hingga 4 minggu sebelum jumlah korban dapat dikonfirmasi secara akurat.

Dikarenakan besarnya jumlah korban, warga Hong Kong secara sukarela membentuk Kelompok Kepedulian Kebakaran Wang Fuk Court, yang kemudian meluncurkan petisi online. Dalam waktu kurang dari satu hari, petisi tersebut mendapat lebih dari 10.000 tanda tangan.

Namun, salah satu penggagas petisi, seorang mahasiswa 24 tahun bernama Miles Kwan (關靖豐), dilaporkan ditangkap oleh Departemen Keamanan Nasional Kepolisian Hong Kong pada 29 November. Isi petisi online tersebut juga dihapus dari internet.

Pada 30 November, antrean panjang warga yang hendak meletakkan bunga penghormatan terlihat mengular di luar Wang Fuk Court, memperlihatkan kesedihan dan solidaritas masyarakat terhadap para korban. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine