Aksi Heroik di Tengah Neraka Api: ART Asal Filipina Menggendong Bayi Lari dengan Menuruni Apartemen 23 Lantai di Hong Kong

EtIndonesia. Kebakaran di Wang Fuk Court, Hong Kong, telah menewaskan 151 orang, termasuk anak perempuan asal Indonesia dan Filipina. Namun, dua kisah keberanian dari pekerja rumah tangga Filipina juga menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah seorang ART yang berlari menuruni 23 lantai sambil menggendong bayi majikannya, bahkan sambil melakukan siaran langsung untuk memperingatkan rekan senegaranya.

ART Filipina Gendong Bayi dan Lari turun 23 Lantai

Menurut laporan Hong Kong 01,  ART Nerissa Catabay, yang telah bekerja sekitar enam bulan di Wang Fuk Court, mengunggah video siaran langsung yang menunjukkan dirinya menggendong bayi sambil berlari dan berteriak meminta pertolongan, sambil meneriakkan bahwa gedung sedang terbakar.

Nerissa berkata, “Saat itu ada angin, api menyebar sangat cepat.” Dalam upayanya melarikan diri, ia mendengar suara teriakan. Ia menggendong bayi majikannya seorang diri, tetapi alarm kebakaran tidak berbunyi dan lift tidak merespons. Ia harus berlari dari lantai 23 hingga lantai 11, di mana ia sempat berhenti karena tubuhnya gemetar dan hampir pingsan karena ketakutan.

Meski berhasil selamat, Nerissa dan majikannya kehilangan seluruh harta benda. Saat ini mereka tinggal sementara di rumah kerabat majikan.

Senator Filipina Imee R. Marcos mengunjungi Rhodora. (Facebook Senator Imee R. Marcos)

Setelah kebakaran, Nerissa mengalami trauma berat, menangis terus-menerus dan sulit tidur selama beberapa hari. Ia berkata:  “Sangat mengerikan, seperti neraka!”

Namun ia tetap bersyukur karena berhasil keluar dari kobaran api.

Kisah Nerissa mendapat banyak pujian dari warga Hong Kong, seperti:

  • “Bertanggung jawab.”
  • “Tetap tenang dalam keadaan genting.”
  • “Superwoman.”
  • “Menggendong bayi sambil live streaming dan berlari — salut!”

Ada pula yang berkata bahwa keluarga majikan “sangat beruntung” memiliki PRT seperti Nerissa.

ART Filipina Lainnya Juga Disebut Pahlawan

Selain Nerissa, ART Filipina lainnya, Rhodora Alcaraz, yang baru tiba di Hong Kong hanya satu hari sebelum kebakaran, juga dipuji sebagai pahlawan. Saat kebakaran terjadi, ia menemani majikannya dan memeluk bayi berusia tiga bulan sambil melindunginya hingga petugas pemadam kebakaran datang menyelamatkan mereka.

Menurut keluarga Alcaraz, perempuan berusia 28 tahun itu datang ke Hong Kong untuk membantu keuangan keluarga. “Keluarga kami sangat miskin, ayah kami hanya seorang nelayan. Karena itu ia memilih bekerja di luar negeri,” kata adiknya kepada Reuters. “Kami sangat bangga padanya.”

Mendapat Penghargaan dari Pemerintah Filipina

Badan Kesejahteraan Pekerja Migran Filipina (OWWA) mengunjungi Alcaraz di rumah sakit dan memuji tindakannya yang memilih tidak kabur sendiri, tetapi tetap melindungi bayi majikannya. OWWA menyebutnya pahlawan sejati masa kini.

Senator Filipina Imee Marcos, kakak dari Presiden Ferdinand Marcos Jr., juga menjenguk Alcaraz di rumah sakit. Ia menulis di Facebook:

“Aku salut padamu, Rhodora, dan kepada semua pekerja migran yang berkorban demi keluarga mereka.”

Ia juga membagikan foto Alcaraz di ranjang rumah sakit sambil mengacungkan jempol, meski masih mengenakan masker.

Banyak ART asal Indonesia dan Filipina Jadi Korban

Menurut data, terdapat sekitar 230 ART asal Indonesia dan Filipina yang tinggal di Wang Fuk Court. Setidaknya delapan orang telah dikonfirmasi tewas dan puluhan lainnya masih hilang. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine