“Jembatan Merah” yang Mencolok Terlihat di Langit Hong Kong, Menunjuk ke Arah Api dan Memicu Spekulasi 

Pada 26 November 2025, terjadi kebakaran besar tingkat lima di kompleks perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang menimbulkan ratusan korban luka dan hilang. Pada hari yang sama, langit Hong Kong muncul fenomena langka: sebuah garis awan panjang berwarna jingga kemerahan yang melintang di langit dan tampak mengarah ke lokasi kebakaran, memicu banyak pembahasan dan berbagai interpretasi.

EtIndonesia. Pada 26 November 2025 sore, warga di daerah Sha Tin, Tai Wai, Kowloon Tong, Kwun Tong, Tuen Mun, Central, Nathan Road, Kai Tak, Kwai Hing, Yuen Long, Tai Po, Shek Kip Mei, Causeway Bay, dan Hong Kong Disneyland, memotret awan panjang tersebut yang tampak seperti “jembatan pelangi”, lalu mengunggahnya ke media sosial “Threads”, hingga menjadi topik diskusi hangat.

“Awan oranye-merah” di sepanjang Nathan Road. (Sumber: pengguna Threads)

Dari video dan foto yang diunggah, awan itu tampak sangat tipis, garisnya rapi, tepinya tajam, dan ketebalannya merata — sangat berbeda dari awan kumulonimbus biasa. Netizen berkomentar:

  • “Mirip naga api…”
  • “Dari Tuen Mun sampai Kwun Tong juga terlihat.”
  • “Melihat komentar semua orang, cahaya ini sepertinya membentang melintasi seluruh Hong Kong. Semoga Hong Kong dilindungi dan aman.”

Ada pula yang berkomentar:

  • “Jika bisa melayang sejauh ini, pasti terjadi bencana besar.”
  • “Ada banyak arwah tak tenang.”
  • “Indah dilihat, tapi penyebabnya sangat menyedihkan.”
  • “Di sekitar Tai Po saat itu belum tahu ada kebakaran, tidak ada yang memperhatikan asap hitam.”

Warga lainnya menuliskan harapan:

  • “Semoga turun hujan lebat untuk membantu memadamkan api, semoga semua orang bisa dievakuasi dengan selamat.”
  • “Diambil gambar dari Kwai Hing, baru sekarang tahu itu karena kebakaran di Tai Po. Semoga yang meninggal dapat menyeberang ke sisi lain ‘jembatan pelangi’ tanpa rasa sakit, dan yang hidup bisa segera pulih.”

Ada pula yang menuliskan:

  • “Saya melihatnya saat menonton konser orkestra di Central. Waktu itu pikir hanya fenomena langit yang cantik, saya banyak mengambil foto (belum baca berita). Setelah tahu itu karena Tai Po, rasanya benar-benar sedih.”
  • “Benar-benar membuat seseorang menangis memikirkan kota ini.”

Beberapa netizen menjelaskan bahwa pada sore hari, bangunan yang terbakar menghasilkan asap pekat dalam jumlah besar. Dengan pengaruh angin permukaan dan angin di ketinggian, asap itu tertarik menjadi pita panjang, kemudian terkena cahaya matahari senja sehingga tampak berwarna merah muda hingga jingga kemerahan.

“Awan oranye-merah” di sepanjang Nathan Road. (Sumber: pengguna Threads)

Namun ada juga netizen yang mengaitkannya dengan makna spiritual: “jembatan jiwa”, “jembatan bagi arwah yang telah pergi”. Sebagian lainnya mengutip teks kuno seperti “Huainanzi · Tianwenxun” tentang fenomena “cahaya merah melintasi bulan”, yang dianggap sebagai pertanda buruk.

Pada 26 November malam, pengguna “lifeandstars64” memposting bahwa “cahaya merah menembus bulan adalah pertanda bencana”. Ia mengutip catatan kuno:

 “Pelangi atau cahaya merah di langit adalah pantangan bagi langit.”
Dalam tradisi kuno, kekuatan tidak harmonis seperti “pelangi merah” dianggap sebagai tanda datangnya perang, kebakaran besar, atau keresahan rakyat.

“Awan oranye-merah” di sepanjang Nathan Road. (Sumber: pengguna Threads)

Catatan kuno lainnya, seperti Jingshi Dui Zaiyi, menyebutkan:
“Jika pelangi merah muncul dekat matahari, ada menteri yang berkhianat; jika menembus matahari, tamu mengalahkan tuan.”
Jika cahaya merah melintasi bulan, diartikan sebagai pertanda bencana besar bagi dunia manusia.

Kebakaran di  Wang Fuk Court terjadi pada 26 November pukul 14.51. Asap tebal membubung tinggi, dan api terus membara selama lebih dari 43 jam. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 10 pagi pada 28 November. Hingga 2 Desember, kebakaran telah menyebabkan setidaknya 156 orang tewas, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, dan sekitar 30 orang masih hilang. (Hui-

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine