Kasus Kekerasan Fatal Terjadi di Songyuan, Jilin, Tiongkok — Tersiar Kabar Pelaku Berkeliaran dan Menghabisi 9 Orang

Pada 2 Desember 2025, beredar kabar di internet bahwa di Kota Songyuan dan Kota Baicheng, Provinsi Jilin, Tiongkok, terdapat seorang pelaku yang berkeliaran dan membunuh banyak orang. Menurut laporan pihak berwenang setempat, Songyuan mengalami sebuah “kasus kekerasan serius”. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pelaku melakukan perampokan dan melukai orang, kemudian mulai berkeliaran dan melakukan pembunuhan acak, membuat warga Songyuan dan daerah sekitar Baicheng hidup dalam ketakutan.

EtIndonesia. Pada 2 Desember 2025, sebuah “pemberitahuan pencarian” dari Biro Keamanan Publik Kabupaten Tongyu, Baicheng, Tiongkok tersebar luas di internet. Pemberitahuan itu menyatakan bahwa baru-baru ini terjadi kasus kekerasan di Kabupaten Changling, Songyuan, dan tersangka bernama Yao (laki-laki, 34 tahun) sedang dalam pelarian.

Warga Songyuan mengungkapkan bahwa pada hari yang sama, pelaku telah membunuh sembilan orang secara beruntun.

Berdasarkan video dan laporan yang beredar, daerah Tongyu di Baicheng serta Kabupaten Qian’an di Songyuan telah melakukan operasi besar-besaran untuk mendirikan pos pemeriksaan dan memburu pelaku. Pihak komunitas mengingatkan warga untuk tetap waspada dan tidak membuka pintu kepada orang asing.

Kepolisian setempat mengeluarkan surat pemberitahuan yang meminta bantuan dalam penyelidikan. (Gambar dari internet)

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pada 2 Desember pukul 07.00 pagi, pelaku membunuh satu orang di kawasan permukiman Longhai Xincheng di Tongyu. Ada juga kabar lain yang mengatakan bahwa pelaku “sudah melarikan diri ke Kabupaten Qian’an”.

Menurut rumor yang disebarkan warga, pada 1 Desember pelaku melakukan “perampokan dan pembunuhan di dalam rumah” di Kabupaten Changling, kemudian mulai “melampiaskan dendam kepada masyarakat”. 

Ada pula laporan yang menyebutkan bahwa pelaku tertangkap saat sedang mencuri, tetapi karena polisi tidak kompeten, pelaku berhasil melarikan diri dan melukai pemilik rumah dengan pisau. Setelah itu, pelaku mulai berkeliaran dan membunuh orang secara acak.

Komunitas di beberapa lokasi telah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk selalu waspada. (Tangkapan layar)

Selain itu, pada 2 Desember, sebuah video berdurasi sekitar 10 menit juga beredar di internet, menampilkan pelaku sedang melakukan panggilan video dengan temannya saat melarikan diri.

Dalam video tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya membawa “dua sampai tiga pisau”, bahwa ini adalah kontak terakhirnya dengan luar, dan setelah itu ia akan mematikan ponselnya. Ia mengklaim, “Polisi tidak akan bisa menemukan saya dalam lima hari”, dan “Kalau saya mau bersembunyi, satu atau dua bulan pun mereka tidak akan menemukan saya.”

Namun, ada kabar lain yang menyebutkan bahwa pelaku sudah ditangkap di area pertanian Desa Daozi, Kabupaten Qian’an. Tetapi kebenaran kabar ini belum dapat dipastikan, bahkan beberapa netizen mencurigai bahwa ini mungkin kabar palsu yang dibuat oleh pihak berwenang demi menjaga stabilitas.

Hingga kini, pihak resmi Tiongkok belum mengeluarkan pengumuman publik terkait insiden ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketika ekonomi Tiongkok terus menurun, peristiwa bunuh diri, kekerasan ekstrem, teror, dan pembunuhan acak semakin sering terjadi. Namun pihak berwenang berupaya keras menutup-nutupi informasi terkait kejadian-kejadian tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine