EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tidak menginginkan perang dengan Eropa tetapi siap menyerang kapan saja. Pernyataan ini disampaikan Putin saat berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan dengan utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff.
“Rusia tidak pernah dan tidak berniat untuk melawan Eropa,” kata Putin, mengulangi narasi Kremlin yang biasa tentang “niat damai” Moskow.
Namun, segera setelah itu, Presiden Rusia secara efektif mengancam negara-negara Eropa, dengan menyatakan bahwa Rusia “siap sekarang juga” untuk berperang jika Eropa memulainya.
Pernyataan ini muncul di tengah agresi Rusia yang sedang berlangsung terhadap Ukraina dan meningkatnya ancaman Kremlin terhadap negara-negara Uni Eropa dan NATO. Para komentator mencatat bahwa kata-kata Putin, seperti biasa, menggabungkan pesan-pesan yang kontradiktif tentang “tidak ingin berperang” dengan upaya terang-terangan untuk mengintimidasi Barat.
Hubungan Putin dan Rusia dengan Uni Eropa
Sejak 2022, kontak resmi antara Vladimir Putin dan para pemimpin Uni Eropa hampir berakhir. Tidak mengherankan, Uni Eropa mendukung Ukraina secara politik, finansial, dan militer, yang bertentangan dengan posisi Kremlin.
Lebih lanjut, Rusia sering menuduh Uni Eropa memiliki “kebijakan yang bermusuhan” sekaligus mengancam Eropa secara militer. Putin secara teratur mengklaim bahwa Rusia siap mengambil tindakan tegas jika Uni Eropa “memprovokasi” Moskow.
Menanggapi agresi Rusia terhadap Ukraina, Uni Eropa telah memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap bank, perusahaan, oligarki, dan sektor energi Rusia. Misalnya, pada bulan Oktober, Uni Eropa secara resmi menyetujui paket sanksi ke-19 terhadap Rusia.
Akibat sanksi ini dan kekurangan kapasitas armada yang tersedia, Rusia tidak dapat sepenuhnya mengangkut LNG, yang secara drastis mengurangi kemampuan ekspornya.
Selain itu, Uni Eropa sedang mempersiapkan sanksi terhadap Belarus karena serangan terhadap Lituania.(yn)


