Fakta Mengejutkan Terkuak dari Siaran Radio  : Hiasan Natal Ternyata Buatan Tangan Para Tahanan di Tiongkok

Memasuki Desember, suasana Natal mulai terasa di mana-mana. Setiap rumah mulai menghias pohon Natal dan memasang berbagai ornamen. Namun, berapa banyak orang yang pernah berpikir dari mana sebenarnya dekorasi “Made in China” itu berasal? Huang Kui, seorang doktor yang pernah dipenjara karena berlatih Falun Gong, mengungkap dalam sebuah acara radio di Amerika bahwa selama ditahan, ia dipaksa melakukan kerja paksa berjam-jam setiap hari—seperti hidup di “neraka dunia”. Salah satu produk yang ia buat adalah dekorasi Natal yang diekspor ke Amerika Serikat.

EtIndonesia. Pada Senin (1 Desember), host radio WGMD 92-7 di Delaware, Amerika Serikat, Kevin Wade, mengundang Huang Kui untuk menceritakan pengalamannya selama lima tahun di penjara Tiongkok, ketika ia dipaksa bekerja 18 jam per hari.

Huang Kui sebelumnya adalah mahasiswa doktoral di Universitas Tsinghua. Hanya karena berlatih Falun Gong dan berusaha hidup sesuai prinsip “Sejati, Baik, Sabar”, studi doktornya terhenti dan ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara. 

Di penjara, ia mengalami berbagai bentuk penyiksaan, termasuk kerja paksa, sengatan listrik, tidak diberi tidur, dan indoktrinasi. Beruntung, pada tahun 2008 ia berhasil melarikan diri ke Amerika Serikat dan kemudian meraih gelar doktornya di sana.

Logo stasiun radio WGMD 92-7 di Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat. (Situs resmi WGMD 92-7)”

Huang mengingat bahwa dari akhir 2000 hingga akhir 2005, ia ditahan di sebuah penjara di Guangdong. Setiap hari ia harus mengerjakan pekerjaan kasar membuat berbagai barang kerajinan, sebagian besar berupa dekorasi perayaan, seperti bunga plastik, pohon Natal, dan lampu hias.

Intensitas kerja sangat berat, tanpa hari libur. Lebih buruk lagi, sekitar 20 orang dipaksa tinggal di satu sel kecil—makan, tidur, ke toilet, dan bekerja semuanya dilakukan dalam ruang sempit itu. Hidup benar-benar seperti “neraka dunia”.

Huang berkata bahwa bunga plastik yang mereka buat diberi label berbahasa Inggris dengan harga dalam dolar AS. Para sipir mengatakan bahwa barang-barang itu akan diekspor ke Amerika Serikat.

Pada 29 Oktober 2025, dalam konferensi pers Hari Klarifikasi Fakta Falun Dafa yang digelar di Gedung Parlemen Negara Bagian Pennsylvania, Huang Kui, mantan mahasiswa doktoral Universitas Tsinghua, menceritakan pengalamannya yang ditahan dan dianiaya secara ilegal oleh Partai Komunis Tiongkok selama lima tahun karena berlatih Falun Gong.” (Wen Shengyuan / The Epoch Times)

Selain kerajinan tangan, mereka juga dipaksa mengolah makanan. Ia mengatakan bahwa memproses kacang pistachio adalah pekerjaan paling menjijikkan karena harus mengupas cangkang kerasnya dengan tangan. Keringat, air mata, darah, bahkan nanah dari luka melepuh para tahanan semuanya menempel pada kacang-kacang itu. Ada juga yang memakai air kencing untuk melunakkan cangkangnya. Menurut sipir, kacang-kacang itu dikirim dari AS ke Tiongkok untuk diproses, kemudian dikirim kembali ke AS untuk dijual.

Huang mengungkapkan bahwa setelah ia tiba di Amerika dan melihat produk yang pernah ia buat secara paksa di penjara justru terpajang di rak toko-toko Amerika, ia tidak bisa menggambarkan perasaannya.

Faktanya, selama 26 tahun terakhir, tak terhitung praktisi Falun Gong yang ditangkap, dipenjara, atau bahkan menjadi korban pengambilan organ secara paksa oleh rezim Tiongkok. Mendengar cerita ini, pembawa acara Wade berkata, “Ini benar-benar mengejutkan!”

Falun Gong—juga dikenal sebagai Falun Dafa—adalah sebuah praktik spiritual yang damai dan berlandaskan nilai-nilai universal Sejati, Baik, dan Sabar. Sejak 1999, PKT telah berupaya melenyapkan kelompok keyakinan ini melalui pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis dan sangat kejam.”

Meskipun disiplin ini saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, Falun Gong justru menjadi sasaran penindasan berat di Tiongkok komunis. Para praktisinya terus menghadapi penganiayaan parah, dengan laporan mengenai penyiksaan, kerja paksa, pembunuhan, serta praktik pemaksaan pengambilan organ hidup-hidup. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine