Israel Membuka Perlintasan Rafah, Kini Warga Palestina Dapat Meninggalkan Gaza

Pada Rabu (3 Desember), pemerintah Israel memastikan bahwa jenazah yang diserahkan Hamas pada Selasa ternyata bukan milik sandera Israel. Pada saat yang sama, Israel mengumumkan bahwa perlintasan perbatasan Rafah akan segera dibuka, memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza. Selain itu, Israel dan pejabat tinggi Lebanon mengadakan pertemuan bersejarah untuk membahas kerja sama bilateral di masa depan.

EtIndonesia. Pada Rabu (3/12), pemerintah Israel menyatakan sedang bersiap menerima jenazah seorang sandera yang dikembalikan oleh Hamas dan menunggu proses identifikasi.

Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian mengatakan:  “Israel bersiap menerima jenazah seorang sandera sekitar pukul 17.00 sore. Hanya setelah lembaga forensik menyelesaikan identifikasi, kami dapat memastikan apakah itu benar-benar jenazah sandera kami.”

Jenazah yang diserahkan Hamas pada Selasa (2 Desember) telah diperiksa Israel dan dipastikan bukan milik sandera Israel.

Pemerintah Israel juga mengumumkan bahwa perlintasan Rafah akan segera dibuka, memungkinkan warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza melalui perlintasan tersebut. Setelah semua sandera yang diculik Hamas dibebaskan, titik perbatasan itu akan kembali dibuka untuk arus dua arah.

Bedrossian menambahkan:  “Perlintasan Rafah akan segera dibuka. Pada tahap awal hanya warga Gaza yang dapat keluar menuju Mesir.”

Saat ini, masih ada dua jenazah sandera yang berada di Gaza. Setelah jenazah sandera terakhir dikembalikan, tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata Gaza akan dinyatakan selesai. Rencana perdamaian Gaza yang dipimpin Amerika Serikat akan memasuki tahap kedua, termasuk pembentukan pasukan stabilisasi internasional, pembentukan “Komite Perdamaian”, serta pelucutan senjata Hamas.

Di Lebanon, juru bicara pemerintah Israel pada Rabu (3/12) mengatakan bahwa Perdana Menteri Netanyahu telah menginstruksikan kepala Dewan Keamanan Nasional untuk menghadiri pertemuan dengan perwakilan pemerintah Lebanon. Ini menandai langkah penting yang diambil kedua negara menuju perdamaian.

Bedrossian mengatakan:  “Pertemuan yang diadakan di Lebanon hari ini merupakan upaya awal untuk membangun dasar hubungan dan kerja sama ekonomi antara Israel dan Lebanon. Ini adalah sebuah kemajuan bersejarah.”

Sehari sebelumnya, Netanyahu bertemu dengan Wakil Utusan Khusus AS untuk Urusan Perdamaian Timur Tengah, Morgan Ortagus, di Yerusalem, dan kedua pihak membahas situasi terkini di Timur Tengah. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine