EtIndonesia. Dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah upaya penggalangan dana daring yang dipimpin oleh influencer Ferry Irwandi berhasil mengumpulkan jumlah yang fantastis: Rp 10 Miliar. Jumlah ini, yang melampaui ekspektasi awal, menjadi sorotan bukan hanya karena besarnya, tetapi juga karena mendesaknya kebutuhan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi di Sumatera yang terancam jatuh ke dalam krisis sosial.
Ferry Irwandi, yang pada mulanya memperkirakan hanya bisa mengumpulkan sekitar Rp500 juta dalam 24 jam, terkejut dengan respons publik. “gua enggak expect bakal sebesar ini awalnya dalam 24 jam itu gua perkirakan Rp500 juta,” ujarnya.
Faktanya, dalam 12 jam sesi streaming maraton, donasi berhasil melonjak 5 miliar, mencapai angka akhir Rp 10.375.287.479. Yang lebih luar biasa dari angka tersebut adalah partisipasi masyarakat: “keterlibatan publiknya mencapai 71.000 orang Teman-teman,” tutur Ferry.
Representasi Follower dan Bencana Nasional
Kontribusi terbesar dalam penggalangan dana ini datang dari Rizki Rizarwi, CEO dan founder Malaka (parfum Humans), yang menyumbang hampir setengah miliar Rupiah, tepatnya Rp493 juta.
Saat ditanya Ferry mengenai alasan di balik angka donasi yang besar itu, Rizki menegaskan bahwa Humans melihat tragedi ini sebagai krisis yang memerlukan respons ekstraordinary.
“sebenarnya humans tuh emang selalu ada selalu ada dana CSR kan kita enggak kita enggak selalu bilang tapi tiap bulan tuh emang kita nyisihin dana CSR enggak segede ini emang cuman ini kita ngerasakan ini adalah bencana nasional ya jadi kita ngerasa kayak kita harus pakai beberapa bulan budget kita untuk ini gitu,” ungkap Rizki.
Keputusan ini juga didasari oleh janji yang ia pegang sejak mendirikan perusahaannya. “humans tuh dari awal emang itu udah ini gue lah janji gue ketika gue ngebangun perusahaan ini humans tuh harus bisa berdampak bukan cuma buat bukan cuma buat kita gitu,” katanya.
Rizki juga melihat donasi besar ini sebagai representasi dari komunitasnya sendiri. “Kalau lihat angka followers kita angka orang yang angka orang yang ngikutin kita di sosial media jadi gua ngerasa kayak itu representah iya angka itu jadi kayak gua ngerasa si tu enggak akan ada kalau enggak ada orang-orang ini yang ngikutin perjalanan kita dan gua pengin use back ke mereka gitu,” jelas Rizki, memandang sumbangan tersebut sebagai bentuk timbal balik kepada para pengikut Humans.
Mengatasi Keputusasaan di Daerah Terisolasi
Setelah berhasil mengumpulkan dana, tantangan terbesar adalah memastikan uang tersebut “sampai ke tangan para korban”. Ferry Irwandi menekankan bahwa prioritas utama adalah daerah-daerah yang terisolasi.
Kondisi di daerah tersebut dilaporkan “di luar akal sehat” karena mode bertahan hidup (survival mode). Rizki Rizarwi, sebagai donatur utama, setuju dan menuntut agar dana fokus pada kebutuhan paling kritis, yaitu “food and shelter”.
Rizki menyoroti dampak psikologis dari isolasi tersebut, yang dikhawatirkan dapat memicu krisis sosial. “gua ngelihat kemarin kemarin ada ada sampai ada penjarahan gitu-gitu gua ngerasa itu juga bentuk kemarahan dan ke apa ya bukan kemarahan ya bentuk keputusasaan mereka gitu merasa ditinggalkan gitu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak korban yang berguguran karena masalah food and shelter di daerah terpencil yang terputus aksesnya ke pusat kota utama.
Ferry Irwandi juga menyuarakan kekhawatiran yang sama: “karena kalau dibiarkan lebih lambat lagi akan lebih banyak korban lagi gitu dari yang bencana bencana karena faktor fenomena alam jadi bisa bencana sosial dan lain sebagainya itu yang kita hindari”.
Oleh karena itu, Ferry berjanji akan mengoordinasikan secara darurat agar bantuan bisa disalurkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Tanggung Jawab dan Keputusan Turun ke Lapangan
Dana sebesar Rp10 Miliar ini membawa serta tanggung jawab yang besar. Ferry berjanji bahwa laporan penggunaan dan pencairan dana akan terperinci di halaman KitaBisa.
Meskipun awalnya sempat bimbang karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan (harus mendapatkan clearance dari dokter), di penutupan live streaming, Ferry membuat keputusan penting.
“gua bilang ‘Oke sekarang gua bisa putuskan dananya besar tanggung jawabnya besar dan gua harus ada di lapangan.’ That’s it jadi gua pasti ke Sumatera nanti kita cari daerah yang emang paling butuh bantuan yang paling perlu kita awasi gitu dan mungkin kita bakal keliling di situ jadi itu teman-teman buat yang nanya lu berangkat ke Sumatera juga Bang atau enggak gua berangkat gitu,” tegasnya. (yud)


