EtIndonesia. Sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai Air India yang sudah dipensiunkan dan “menghilang” selama 13 tahun, baru-baru ini ditemukan berada di sudut Bandara Kolkata. Pihak manajemen Air India baru sadar bahwa “ternyata masih ada pesawat ini”, kini mereka harus membayar biaya parkir lebih dari 100 juta rupee (sekitar Rp 18,3 miliar). Kejadian ini disebut sebagai salah satu “kisah hantu paling aneh” dalam sejarah Air India.
Pesawat bernomor registrasi VT-EHH, Boeing 737-2A8F ini telah berusia 43 tahun.
Menurut laporan media asing, pesawat VT-EHH diserahkan kepada Indian Airlines pada tahun 1982. Setelah Indian Airlines bergabung dengan Air India pada 2007, pesawat ini diubah menjadi pesawat kargo. Pada 2012 pesawat berhenti beroperasi dan ditempatkan di Bandara Kolkata, kemudian resmi dicoret dari registrasi pada tahun berikutnya.
🚨Air India lost a 737 for 13 years like it’s a TV remote.
— Fahad Naim (@Fahadnaimb) December 2, 2025
Paid $120,000 to park it (more than many of us will earn in a lifetime).
Now it’s being trucked to Bangalore to become a classroom.
Imagine being the engineer who opens the door in 2025 and finds 2012 newspapers inside 💀… https://t.co/t0ARhhAblE pic.twitter.com/sNI4qPjzyR
Namun, pesawat kargo ini justru menghilang dari seluruh dokumen aset Air India — tidak muncul dalam daftar depresiasi, asuransi, maupun prosedur pembongkaran. Pesawat juga tidak tercatat dalam daftar pemeliharaan, sehingga dibiarkan begitu saja di sudut area bandara selama 13 tahun tanpa atap pelindung, terkena hujan dan panas, hingga bodinya berkarat dan terlupakan.
Pada 22 November tahun ini, pihak bandara menghubungi Air India untuk meminta pesawat yang tidak terpakai tersebut dipindahkan. Awalnya, Air India menegaskan bahwa pesawat tersebut bukan milik mereka. Namun setelah dilakukan investigasi internal, barulah mereka menyadari bahwa pesawat itu ternyata telah “tertinggal” selama 13 tahun.
Kekacauan ini terjadi karena kelalaian administratif saat penggabungan antara Indian Airlines dan Air India, serta karena pesawat tersebut sebelumnya pernah dipakai sebagai pesawat kargo milik Layanan Pos India.
CEO Air India, Campbell Wilson, mengakui bahwa pesawat tersebut seharusnya sudah diurus sejak lama, tetapi seluruh staf tidak mengetahui bahwa “kami masih memiliki pesawat ini”.
Karena pesawat tersebut menempati apron bandara selama bertahun-tahun, Air India kini wajib membayar biaya parkir sebesar lebih dari 100 juta rupee. Saat ini, pesawat tersebut telah dijual dan dipindahkan ke Bengaluru. Ke depannya, pesawat ini akan digunakan sebagai sarana latihan bagi teknisi perawatan pesawat.
Menurut laporan The Times of India, dari sepuluh pesawat Air India yang dipensiunkan baru-baru ini, pesawat VT-EHH adalah satu-satunya yang masih memiliki mesin Pratt & Whitney JT8D saat proses pembongkaran. Mesin ini berukuran kecil, memiliki tingkat kebisingan tinggi dan konsumsi bahan bakar yang boros. (Hui/asr)


