Proporsi Bayi Baru Lahir Secara Global Turun di Bawah 7%, Krisis Populasi Tiongkok Semakin Mendesak

Beberapa tahun terakhir, jumlah kelahiran tahunan di Tiongkok terus menurun, sementara masalah penuaan penduduk semakin mencolok. Menurut prediksi PBB, jumlah bayi yang lahir di Tiongkok pada tahun 2025 diperkirakan hanya sedikit di atas 8 juta. Untuk pertama kalinya, proporsi kelahiran baru Tiongkok dalam total kelahiran global turun di bawah 7%, menandakan Tiongkok semakin cepat memasuki era fertilitas rendah dan krisis demografi yang semakin mendesak.

EtIndonesia. Tahun 2025 hampir memasuki akhir, namun pemerintah Tiongkok belum merilis data populasi resmi. Sementara itu, PBB telah memberikan perkiraan: jumlah kelahiran di Tiongkok sepanjang 2025 sekitar 8,71 juta, yang berarti kurang dari 7% dari total bayi baru lahir di dunia. Ini adalah pertama kalinya terjadi sejak data statistik tersedia.

Data menunjukkan bahwa pada 1971, saat Tiongkok kembali mendapatkan kursi di PBB, total penduduk Tiongkok mencakup sekitar 25% penduduk dunia. Namun kini, proporsi bayi baru lahir Tiongkok di tingkat global telah merosot hingga di bawah 7%—perubahan yang sangat drastis.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penurunan kelahiran di Tiongkok terlihat sangat jelas. Menurut data Biro Statistik Nasional, pada 2021 jumlah kelahiran masih mencapai 10,62 juta. Pada 2022 turun di bawah angka 10 juta, menjadi 9,56 juta. Tahun 2023 turun drastis menjadi 9,02 juta. Tahun 2024 naik sedikit menjadi 9,54 juta, namun pada 2025 diperkirakan jatuh lagi menjadi sekitar 8,71 juta.

Menurut standar internasional, tingkat fertilitas total suatu negara harus berada di kisaran 2,1–2,2 (yakni setiap pasangan memiliki 2–3 anak) agar populasi dapat dipertahankan tanpa bertambah ataupun berkurang. Namun tingkat kelahiran Tiongkok sejak 2022 berada di bawah 1,1.

Yang lebih mengkhawatirkan, laporan PBB sebelumnya menyebutkan bahwa sekalipun tingkat fertilitas Tiongkok dapat bertahan di angka 1,3, maka pada akhir abad ini total populasi Tiongkok tetap akan merosot ke sekitar 684 juta jiwa. Namun kenyataannya, tingkat kelahiran Tiongkok saat ini bahkan lebih rendah dari perkiraan PBB, menunjukkan bahwa krisis populasi jauh lebih parah daripada dugaan komunitas internasional.

Mengapa setelah pemerintah PKT meninggalkan kebijakan satu anak dan mulai mendorong warga untuk memiliki dua bahkan tiga anak, jumlah kelahiran justru terus menurun?

Menjawab pertanyaan ini, artikel Sina Entertainment pada 3 Desember berjudul “Kelahiran Baru Tiongkok Turun di Bawah 7% Global, Bagaimana Mengatasinya?” menyatakan secara gamblang bahwa masyarakat Tiongkok bukan tidak ingin punya anak, tetapi “tidak sanggup membiayai, tidak bisa membesarkan dengan baik, dan tidak berani mengambil risiko.”

Artikel itu mengutip data bahwa di Shenzhen, salah satu kota paling maju di Tiongkok, biaya membesarkan anak usia 0–3 tahun mencapai hampir 75.000 yuan per tahun. Sementara bagi keluarga perkotaan secara nasional, biaya membesarkan anak hingga usia 17 tahun rata-rata mencapai 630.000 yuan—belum termasuk biaya rumah di area sekolah favorit, les tambahan, dan kursus minat yang menjadi biaya “tersembunyi”. Kesimpulannya, bagi keluarga biasa dengan pendapatan bulanan gabungan 7.000–8.000 yuan, membesarkan satu anak sudah menjadi batas kemampuan.

Artikel tersebut melanjutkan, meskipun orang tua berusaha keras memberikan kehidupan dan pendidikan terbaik, lulusan universitas di Tiongkok menghadapi realitas pahit: pengangguran, lembur berlebihan, dan diskriminasi di dunia kerja. Dalam kondisi sosial seperti ini, “siapa yang berani membawa kehidupan baru ke dunia yang penuh tekanan dan kompetisi brutal (‘juang-mati’/卷) ini?”

Artikel menutup dengan kesimpulan:  “Pada akhirnya, yang membuat orang mau memiliki anak bukanlah data besar seperti ‘proporsi global’, melainkan bangun setiap hari dengan keyakinan: ‘Saya bisa memberi anak saya masa depan yang aman.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine