EtIndonesia. Rwanda dan Republik Demokratik Kongo telah menandatangani perjanjian damai yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump, Bloomberg melaporkan.
Donald Trump menyebut penandatanganan ini sebagai hari yang luar biasa bagi Afrika dan mencatat bahwa para pemimpin kedua negara menunjukkan kesediaan bersama untuk bekerja sama.
Perjanjian damai tersebut, yang dikenal sebagai Kesepakatan Washington, dipersiapkan selama beberapa bulan setelah Amerika Serikat melakukan intervensi dalam konflik yang mengancam pemerintahan Presiden Kongo, Félix Tshisekedi, akibat serangan pemberontak yang didukung Rwanda. Namun, situasi di Kongo timur tetap tegang: pemberontak M23 masih menguasai wilayah yang luas dan terus merebut kota-kota dan desa-desa baru.
Pemerintahan Trump berharap bahwa penandatanganan perjanjian secara terbuka, beserta pakta ekonomi dan pertambangan yang menyertainya, akan menarik investor ke kawasan tersebut dan mendorong kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi perdamaian.
Kesepakatan tentang integrasi ekonomi antara Rwanda dan Republik Demokratik Kongo juga direncanakan.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo merencanakan pakta bilateral terpisah dengan Amerika Serikat mengenai kerja sama di bidang energi, ekstraksi mineral, dan pembangunan infrastruktur.
Kongo Timur kaya akan sumber daya alam, termasuk emas, timah, tungsten, tantalum, kobalt, dan tembaga. Menurut Survei Geologi AS, Republik Demokratik Kongo dan Rwanda bersama-sama memproduksi sekitar 2.500 ton tantalum pada tahun 2024 — hampir 60% dari produksi global.(yn)


