Sejak akhir November 2025, banyak warga dari berbagai provinsi dan kota di Tiongkok merekam drone yang menyemprotkan cairan tak dikenal pada tengah malam, sementara udara dipenuhi bau gosong yang aneh. Banyak orang curiga ada tindakan gelap yang dilakukan oleh rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT)
EtIndonesia. Mulai akhir November 2025 warga daratan Tiongkok dari Beijing, Liaoning, Mongolia Dalam, Hebei, Henan, Chongqing, Hubei, Hunan, Shanghai, Anhui, Zhejiang, Jiangsu, Guangdong, Guangxi, Guizhou, dan banyak wilayah lainnya melaporkan bahwa mereka melihat drone menyemprotkan cairan misterius di malam hari. Udara dipenuhi bau tak dikenal yang mirip karet terbakar.
Video yang beredar menunjukkan drone menyemprotkan kabut putih di malam hari—ada yang terbang tinggi, ada yang menyemprot dekat dengan tanah—menampilkan suasana yang sangat mencurigakan.
Beberapa warganet juga mengatakan bahwa video-video serupa sempat ramai dibahas di internet, tetapi tak lama kemudian langsung dihapus oleh platform media sosial.
Pada saat yang sama, banyak warga melaporkan bahwa mereka mencium bau aneh di daerah masing-masing, yang diduga berkaitan dengan penyemprotan drone tersebut. Topik ini memicu diskusi panas di media sosial Tiongkok.
Seorang warga dari Panjin, Liaoning, melaporkan bahwa wilayah mereka diselimuti kabut tebal dengan bau gosong. Video yang diunggah mendapat lebih dari 8.000 komentar.
Ada juga yang memposting bahwa mereka mencium bau asap batubara yang sangat menyengat, dan postingannya langsung memperoleh lebih dari 11.000 tanggapan. Ini menunjukkan banyak warga mengalami hal serupa.
Menurut berbagai komentar, warga di belasan provinsi dan kota mencium bau misterius itu dalam beberapa hari terakhir. Ada yang mengalaminya pada tengah malam, ada pula pada pagi hari. Banyak dari mereka sudah berusaha mencari sumber bau, tetapi tidak menemukan apa pun. Ada yang mengatakan bau tersebut muncul beberapa malam berturut-turut.
Banyak warganet menduga ini adalah tindakan terkoordinasi dari pemerintah pusat, dan ramai berspekulasi mengenai tujuan sebenarnya.
Mengingat pihak berwenang tidak memberikan penjelasan apa pun, publik menilai hal ini kemungkinan tidak berkaitan dengan “penyemprotan disinfektan untuk memperkuat pencegahan wabah”, karena tindakan itu seharusnya menguntungkan masyarakat.
Sebaliknya, banyak yang menduga ada “kegiatan gelap” yang dilakukan pemerintah.
Sebagian bahkan berspekulasi tentang kemungkinan “penyebaran zat beracun secara terarah.” Bahka, ada warganet yang mengaku langsung demam setelah mencium bau tersebut. (hui)







