Adegan Mengharukan di Stasiun MTR Tai Po di Hong Kong, Sekali Lagi Menuai Pujian atas SDM Tinggi Penduduk Hong Kong 

Beberapa hari terakhir, banyak warga Hong Kong secara sukarela pergi ke Distrik Tai Po untuk meletakkan bunga sebagai ungkapan duka. Di Stasiun MTR (Mass Transit Railway) Tai Po muncul sebuah pemandangan mengharukan yang kembali menunjukkan tingginya kualitas moral masyarakat Hong Kong, memicu pujian dari publik.

EtIndonesia. Video menunjukkan bahwa di dalam stasiun MTR Tai Po tersedia bunga duka cita yang boleh diambil secara gratis. Namun, banyak orang tetap memasukkan uang ke dalam kotak karton. Ketika bunga habis, warga lain datang dan mengisi kembali stok bunga tersebut. Kebaikan hati dan kualitas moral warga Hong Kong sekali lagi menuai pujian dari masyarakat.

“Kita orang Hong Kong memang seperti ini sejak dulu. Dulu orang tidak memuji, jadi kami merasa tidak ada yang spesial. Tetapi sekarang, saya pikir generasi muda Hong Kong memang layak mendapat lebih banyak pujian.”

“Warga Hong Kong tetap memiliki kualitas moral. Dulu saya pikir daratan Tiongkok akan semakin mirip Hong Kong, tetapi sekarang sebaliknya, pemerintah justru mundur dan ingin membuat Hong Kong seperti daratan.”

(Gambar dari internet)

“Sangat tertib; kualitas itu terlihat dalam keseharian.”
“Orang Hong Kong tidak perlu ada yang memerintahkan; mereka tahu apa yang harus dilakukan.”

“Pemerintah telah berubah, tapi rakyat tidak.”
“Hong Kong adalah tempat yang penuh kehangatan.”
“Peradaban masih hidup di hati banyak orang.”

(Gambar dari internet)

“Glory to Hong Kong (Kemuliaan bagi Hong Kong).”
“Selama hati nurani dan kemanusiaan masih ada, masih ada harapan. Semoga Hong Kong tetap kuat!”
“Hong Kong, tetap semangat!”

(Gambar dari internet)

Pada 26 November, kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po terbakar hebat dan melalap 7 blok gedung. Saat kebakaran terjadi, alarm kebakaran tidak berbunyi, sehingga banyak penghuni tidak tahu bahwa ada kebakaran. 

Banyak yang berhasil melarikan diri, tetapi tidak sempat membawa barang-barang penting; seluruh harta benda mereka habis terbakar. Kebakaran ini telah menyebabkan sedikitnya 159 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Selama beberapa hari, warga Hong Kong datang silih berganti ke Tai Po untuk mengenang para korban. Banyak toko bunga secara sukarela menyediakan bunga duka cita secara gratis, dan relawan membagikan bunga kepada warga yang lewat.

Selain itu, banyak warga meninggalkan pesan di ruang publik untuk menuntut kebenaran mengenai penyebab kebakaran. Foto-foto yang beredar menunjukkan kartu bertuliskan “Tidak adil”, “Bencana buatan manusia”, “Masalah sistem” di antara rangkaian bunga di jalan-jalan Hong Kong.

Banyak warga dan kelompok masyarakat menuntut dilakukannya penyelidikan independen dan akuntabilitas pejabat terkait, tetapi menghadapi tekanan dari pemerintah. 

Mantan legislator Hong Kong, Liao Chengli, awalnya berencana mengadakan konferensi pers untuk menuntut penyelidikan menyeluruh, namun ia dibawa oleh Departemen Keamanan Nasional polisi Hong Kong untuk diinterogasi, sehingga konferensi pers dibatalkan.

Guan Jingfeng, mahasiswa 24 tahun dari Chinese University of Hong Kong, sempat menginisiasi petisi online yang menuntut penyelidikan independen terhadap kebakaran tersebut. Ia mengajukan empat tuntutan utama, yaitu:

  1. Memberikan dukungan berkelanjutan bagi para korban dan memastikan penempatan yang memadai,
  2. Membentuk komisi penyelidikan independen untuk mengusut tuntas dugaan korupsi atau konflik kepentingan,
  3. Meninjau ulang sistem pengawasan konstruksi dan menolak penyelesaian kasus dengan sekadar mencari kambing hitam,
  4. Mengusut kelalaian dalam pengawasan dan meminta pertanggungjawaban pejabat pemerintah.

Dalam waktu singkat, lebih dari sepuluh ribu orang menandatangani petisi tersebut. Namun, petisi itu kemudian dihentikan, dan Guan dibawa oleh polisi untuk diinterogasi. Ia dibebaskan pada 1 Desember setelah meninggalkan kantor polisi.

Meskipun situasi politik di Hong Kong semakin memburuk, warga Hong Kong tidak menyerah. Selama masih ada ruang dan kesempatan, selalu ada orang yang berani berdiri dan menyuarakan tuntutan akan kebenaran. Publik memuji keberanian dan keteguhan rakyat Hong Kong yang belum lapuk oleh tekanan otoritarianisme Beijing. (Hui)

Laporan oleh Luo Tingting / Xia He

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine