Setelah Pindah ke Texas Selama 1 Tahun, Putri Temannya Tak Lagi Ingin Ganti Kelamin
EtIndonesia. Miliarder Elon Musk baru-baru ini, dalam sebuah podcast yang dipandu Joe Rogan, menceritakan kisah seorang temannya di California yang menghadapi situasi ketika putri berusia 14 tahun ingin menjalani operasi perubahan kelamin.
Musk mengatakan bahwa temannya tinggal di wilayah Teluk San Francisco. Di bawah dorongan pihak sekolah dan pemerintah negara bagian California, putri temannya yang berusia 14 tahun hendak menjalani perubahan kelamin medis yang bersifat tidak dapat dipulihkan. Situasi bahkan berkembang hingga ketika sang ayah tidak menyetujui hal tersebut, pihak sekolah mengirim polisi ke rumah untuk membawa putrinya pergi.
Menurut Musk, sang ayah berhasil meyakinkan polisi agar tidak membawa anak itu. Malam itu juga, ia segera mengemasi barang-barang dan terbang ke Texas. Setahun kemudian, di lingkungan sekolah yang normal di kawasan Austin, Texas, putrinya tidak lagi ingin ganti kelamin dan kembali menjadi dirinya yang semula.
— Elon Musk (@elonmusk) December 5, 2025
Musk menyatakan bahwa contoh ini menunjukkan sang gadis sebenarnya tidak benar-benar ingin ganti kelamin. Ia dan Joe Rogan sama-sama sepakat bahwa fenomena anak-anak yang ingin ganti kelamin merupakan bentuk “penularan sosial”.
“Penularan sosial” merujuk pada penyebaran gagasan dan perilaku di kalangan remaja akibat pengaruh teman sebaya atau media sosial. Sebuah artikel opini yang diterbitkan The Wall Street Journal pada 29 Oktober menunjukkan adanya bukti bahwa fenomena remaja yang ingin ganti kelamin paling tepat dijelaskan sebagai “penularan sosial”, bukan seperti klaim para pendukung tren transgender bahwa “identitas gender adalah bawaan lahir dan tidak dapat diubah”.
Dalam video tersebut, Musk juga menyebutkan bahwa setelah anak menjalani perubahan kelamin, angka bunuh diri bukan menurun, melainkan meningkat secara signifikan.
“Dari penelitian yang saya lihat, risiko bunuh diri pada anak-anak setelah menjalani perubahan kelamin medis tidak menurun, tetapi justru meningkat hingga tiga kali lipat,” kata Musk.
“Banyak orang tidak tahu bahwa ada cukup banyak kasus kematian yang terjadi langsung di meja operasi untuk jenis prosedur seperti ini.”
Joe Rogan menanggapi dengan keprihatinan, mengatakan bahwa penularan sosial semacam ini sepenuhnya bertentangan dengan logika, tidak didukung data, dan merugikan anak-anak, serta terkait erat dengan ideologi yang mendorong agenda transgender.
“Seluruh hal ini terasa seperti mimpi buruk, seperti halusinasi akibat demam tinggi,” kata Musk. “Sekarang akhirnya orang-orang mulai terbangun.”
Terkait isu perubahan kelamin pada anak, Musk juga memiliki pengalaman pribadi yang menyakitkan. Putranya, Xavier, menjalani perubahan kelamin pada usia 16 tahun, kemudian menjadi penganut Marxisme yang fanatik, dan memutuskan hubungan dengan Musk.
Menurut biografi Elon Musk yang ditulis oleh penulis Amerika Walter Isaacson, keretakan ini merupakan salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup Musk. Musk menilai sebagian penyebabnya berasal dari sekolah berhaluan kiri ekstrem di Los Angeles tempat putranya bersekolah, yang menurutnya mendidik anak tersebut menjadi transgender sekaligus “seorang komunis total”. (Hui)
Diterjemahkan dan disusun oleh reporter Jin Jing / Lin Qing


