Hidup Tidak Ada Kesempatan Kedua — Setiap Kalimat Menusuk Hati

EtIndonesia. Hidup, hidup sehari berarti untung sehari. Manusia—meski punya uang sebanyak apa pun—belum tentu bahagia. Jangan menjadikan uang sebagai segalanya, jangan membuat seluruh hidup hanya berputar di sekitar uang.

Yang terpenting adalah: hidup dengan sehat, hidup dengan bahagia.

Hidup ini—— sibuk satu hari, santai satu hari, yang penting selamat; pahit satu hari, senyum satu hari, yang penting bahagia; miskin satu hari, kaya satu hari, yang penting tahu bersyukur.

Kesedihan hidup bukan karena kita memiliki terlalu sedikit, tetapi karena keinginan kita tidak pernah ada batasnya. Punya sebanyak apa pun, kalau tidak bisa merasakannya, maka semuanya hanya hiasan kosong.

Sebenarnya, manusia tidak membutuhkan terlalu banyak. Asal bisa hidup dengan sehat,
dan mencintai dengan tulus, itu sudah termasuk bentuk kekayaan.

Tak bisa melepaskan? Maka jangan dipikirkan terlalu jauh. Tak bisa mendapatkan? Maka jangan dipaksa. Menyulitkan diri sendiri—untuk apa?

Kelelahan hidup, setengahnya berasal dari tuntutan hidup, setengahnya lagi berasal dari membandingkan diri dengan orang lain.

Hidup itu adil: semakin banyak yang kamu dapatkan, semakin banyak pula tanggung jawab dan cobaan yang harus kamu tanggung.

Kamu tidak akan pernah tahu seberapa kuat dirimu, sampai suatu hari, satu-satunya pilihan yang tersisa hanyalah——kuat.

Yang memang milikmu, pada akhirnya tetap milikmu. Asal kamu sudah berusaha dan menghargainya, maka tidak perlu menyesal. Sisanya, biarkan takdir yang menentukan.

Hidup tidak akan diulang. Setiap hari yang lewat adalah berkurang satu hari dari usia. Sejak kita lahir, hidup ini sebenarnya sudah melakukan pengurangan.

Hidup—entah pahit atau manis—yang terpenting adalah mencukupi dan mensyukuri. Bekerja—entah gagal atau berhasil—yang terpenting adalah demi bertahan hidup. Keluarga—entah tua atau muda—yang terpenting adalah kerukunan.  Mobil—entah mahal atau murah—yang terpenting adalah keselamatan. Hidup—entah panjang atau pendek—yang terpenting adalah kesehatan. Perjalanan hidup—entah untung atau rugi—yang terpenting adalah tidak menyesal.

Satu kehidupan ini, sungguh terlalu singkat. Banyak yang berjanji “seumur hidup takkan berpisah”, namun akhirnya berubah menjadi orang asing.

Banyak yang berkata “kita sahabat seumur hidup”, namun akhirnya menjadi “orang asing yang paling familiar”.

Selagi kita masih ada di dunia ini— bisa mencintai, cintailah sebaik-baiknya; bisa memeluk, peluklah seerat-eratnya; bisa menggenggam tangan, jangan mudah melepaskan.

Hargai orang-orang yang ada di sekitarmu. Jangan menjadi seseorang yang berubah wajah lebih cepat daripada membalik halaman buku. Saling memahami—itulah makna sesungguhnya dari hidup.

Jangan biarkan hidupmu penuh penyesalan, karena kadang-kadang——sekali berbalik, itu sudah berarti seumur hidup.

Hiduplah dengan bahagia setiap hari, hargai setiap hari dengan sepenuh hati.

Jangan sembarangan membiarkan hidup berlalu begitu saja: Jika dijalani dengan baik, ia tidak bisa diulang;  jika dijalani dengan buruk, ia tidak bisa diperbaiki; jika luka dibiarkan, ia tidak akan sembuh begitu saja.

Setiap hari yang lewat adalah semakin sedikit, setiap tahun yang berlalu adalah semakin pendek.

Hargai waktu yang ada. Hargai orang-orang dalam hidupmu. Karena itulah sumber kenangan terbaik, dan itulah berkah terbesar sepanjang hidup. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine