Hubungan TP-Link dengan Partai Komunis Tiongkok Diselidiki, AS Pertimbangkan Penjualannya Dilarang 

Merek router TP-Link baru-baru ini menghadapi berbagai penyelidikan. Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) sedang menyelidiki apakah perusahaan tersebut—setelah melakukan restrukturisasi tahun lalu—dengan sengaja meredam atau bahkan menyembunyikan hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sehingga menyesatkan konsumen. Saat ini, penyelidikan terkait berjalan serentak di tingkat federal dan di sejumlah negara bagian AS dan usulan pelarangan terhadap TP-Link telah memperoleh dukungan dari beberapa lembaga pemerintah.

EtIndonesia. Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan, FTC tengah menyelidiki TP-Link, produsen router nirkabel yang berkantor pusat di California, terkait dugaan penggambaran yang menyesatkan sebagai perusahaan Amerika Serikat, serta penyembunyian hubungan berkelanjutan dengan PKT, yang menimbulkan rasa aman palsu bagi konsumen.

TP-Link selama ini menguasai sekitar 65% pangsa pasar router untuk rumah tangga dan usaha kecil-menengah di AS berkat harga yang murah. Merek ini juga merupakan salah satu perangkat jaringan terlaris di Amazon, bahkan disebut menyediakan layanan jaringan bagi Departemen Pertahanan dan sebagian lembaga pemerintah federal.

Salah satu pendiri sekaligus penanggung jawab bisnis AS TP-Link, Jeffrey Chao, mengklaim bahwa perusahaan dan dirinya pribadi tidak memiliki hubungan apa pun dengan PKT. Meski demikian, pemerintah AS dan para anggota Kongres terus menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko keamanan produk TP-Link.

Pejabat AS telah mengkonfirmasi bahwa kelompok peretas yang didukung PKT pernah memanfaatkan perangkat TP-Link yang telah diretas untuk melancarkan serangan siber berskala besar “Volt Typhoon” dan “Salt Typhoon”, dengan sasaran infrastruktur air, transportasi, dan telekomunikasi.

Pada 2024, Microsoft menyatakan bahwa setidaknya sejak 2021, peretas Tiongkok telah menggunakan router TP-Link yang disusupi untuk membangun jaringan rahasia, guna mencuri kredensial login pelanggan sensitif Microsoft.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga secara terbuka menyampaikan keprihatinan terhadap router TP-Link dan produk router buatan Tiongkok.

“Kami sebelumnya telah melaporkan bahwa router produksi TP-Link ditanamkan firmware berbahaya, dan hasilnya memang terjadi serangan siber. Di sisi perangkat lunak, disebutkan bahwa kelompok peretas yang didukung pemerintah PKT—Storm 0940—utama menyerang sekitar lebih dari 16.000 perangkat, termasuk router TP-Link, membangun botnet, dan melancarkan serangan siber skala besar terhadap layanan cloud Microsoft,” ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. 

Pada Mei tahun ini, lebih dari selusin anggota kongres AS daro Partai Republik, termasuk Ketua Komite Intelijen Senat AS, Tom Cotton, menyerukan agar AS melarang penjualan lebih lanjut produk TP-Link.

Pada sidang Maret, anggota DPR AS sekaligus pimpinan Demokrat di Komite DPR AS tentang Partai Komunis Tiongkok, Raja Krishnamoorthi, mengangkat sebuah router TP-Link dan berkata: “Jangan pakai ini, di rumah saya juga tidak ada perangkat seperti ini.”

Setelah berbulan-bulan peninjauan, Departemen Perdagangan AS mengajukan larangan penjualan TP-Link, yang telah memperoleh dukungan dari Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Departemen Perang (Kementerian Pertahanan AS) serta lembaga eksekutif lainnya. (Hui)

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Tian Xin, dari Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine